Satelit Lapan-A2 Buatan Indonesia Mampu Lihat Kapal Pencuri Ikan Di Laut

Satelit Lapan-A2 Buatan Indonesia Mampu Lihat Kapal Pencuri Ikan Di Laut
 
Sipayo.com – Satelit pertama buatan Indonesia Lapan-A2 yang diluncurkan 28 September 2015 di Shriharikota, India, mampu memantau kapal pencuri ikan di Laut Indonesia.
 
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin pada diskusi hasil operasi satelit Lapan-A2/Orari, Senin (23/11) kemarin.
 
Dilanjir pada alaman cnn, selasa (24/11/2015), Thomas mengatakan bahwa dengan sistem pembelajaran posisi otomatis yang ada pada statelit Lapan-A2 maka dapat diindetifikasi kapal yang mencurigakan yang sedang mencuri ikan di Laut Indonesia.
 
“Ada karakter-karakter khusus, seperti jalur lintas kapal yang zig-zag yang kemudian bisa dicuragi sebagai kapal pencuri,” jelas Thomas
 
Satelit Lapan-A2/Orari menghabiskan dana sekitar Rp 50 milyar dan mengorbit di sekitar garis khatulistiwa, tepatnya pada 6 derajat lintang selatan sampai 6 derajat lintang utara, pada ketinggian 650 km dengan kecepatan 7,5 Km/detik.
 
“Kita seharusnya bangga ternyata satelit ini telah berhasil berfungsi dengan baik setelah mengudara sejak September lalu,” tutur Thomas
 
Saat ini LAPAN sedang menggarap mengembangkan satelit Lapan-A3 yang nantinya akan mampu mengirimkan kualitas gambar yang lebih baik dan diupayakan dapat menerapkan sistem video.
 
Menurut Thomas, Lapan-A3 nantinya digunakan untuk memantau bidang pertanian dan diharapkan akan diluncurkan pada 2016 mendatang.
 
“Satelit Lapan-A3 nantinya akan digunakan untuk pemantauan bidang pertanian, dan diupayakan dapat diluncurkan 2016 mendatang” ujar Thomas