Budaya Karo Mengemuka di Natal GBKP Runggun Sei Padang Medan

Budaya Karo Mengemuka di Natal GBKP Runggun Sei Padang Medan
Sipayo.com – Perayaan Natal Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Sei Padang Medan yang dilaksanakan pada, Kamis (24/12/2015) mulai pukul 17.00 WIB s/d 21.00 WIB berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.

Selain memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, perayaan Natal yang mengambil thema “Enggo Seh Padan Keselamaten Manusia Arah Ketubuhen Yesus Kristus”, dan dengan sub thema “Arah Natal enda keterkelinen nggeluh enggo seh man kita Karo, e maka ambahilah unsur kehamaten er-kalimbubu, melias ersenina, bagepe metami man anak beru” ini juga turut mengemukakan budaya Karo.

Suasana budaya Karo sudah mulai tampak ketika memasuki ruangan gereja yang dihiasi dengan segala pernak-pernik Karo, seperti miniatur Rumah Adat Karo. Selain itu, seluruh jemaat yang hadir rata-rata tampak mengenakan pakaian adat Karo, seperti kain beka buluh bagi pria, dan kain uis nipes bagi perempuan.

Selama kebaktian berlangsung, seluruh lagu puji-pujian juga tampak diiringi oleh musik tradisional Karo, seperti kulcapi, keteng-keteng, dan gendang singanaki. Tidak hanya sampai disitu, beberapa sesi liturgi juga dibacakan dengan rengget Karo dan diiringi musik tradisional.

Para kolektan yang dibawakan oleh anak-anak remaja KA/KR GBKP Runggun Sei Padang juga tampak memakai pakaian adat Karo yang lengkap berupa tudung bagi perempuan dan bulang-bulang bagi laki-laki.

Menurut Ketua Panitia Natal Umum GBKP Runggun Sei Padang Medan, Drs. Andreas Ginting, konsep budaya Karo yang diusung pada perayaan Natal kali ini adalah dalam rangka mendukung program GBKP tahun 2015, yakni sebagai tahun peningkatan sosial ekonomi dan budaya jemaat.

“GBKP Runggun Sei Padang membuat konsep Natal pada tahun 2015 dengan nuansa budaya Karo ini merupakan salah satu langkah kita untuk mendukung program Moderamen GBKP dalam peningkatan sosial ekonomi dan budaya jemaat,” ujar Andreas Ginting.

Sementara itu, Khotbah Natal GBKP Runggun Sei Padang yang diambil dari Kisah Para Rasul 13:23 tersebut dibawakan oleh Pdt Sadakata Ginting, MTH. Sebagaimana diketahui, Pdt Sadakata Ginting juga dikenal sebagai salah satu tokoh budaya Suku Karo.