KH Said Aqil: Tidak Haram Mengucapkan Selamat Hari Natal

KH Said Aqil: Tidak Haram Mengucapkan Selamat Hari Natal
Sipayo.com – Setiap tahun masyarakat Indonesia, khususnya bagi umat Muslim selalu memperdebatkan, apakah boleh atau tidak mengucapkan selamat Hari Natal. Ada yang mengatakan boleh karena sebagai bentuk toleransi sesama pemeluk agama dan tidak merusak akidah, namun sebagian lainnya mengucapkan Natal haram hukumnya karena dapat merusak akidah.

Terkait pro dan kontra tersebut, Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2010-2020, KH Said Aqil Siradj menyampaikan penjelasan. Ia berpendapat, seorang Muslim boleh dan tidak haram mengucapkan Selamat Hari Natal.

Hal tersebut disampaikan KH Said Aqil melalui akun fans page-nya di Facebook, Sabtu (19/12/2015) atau sepekan jelang perayaan Natal.

Berikut adalah penjelasan lengkap KH Said Aqil Siradj terkait bolehnya umat Islam menyampaikan ucapan selamat Hari Natal dengan judul “DALIL MANA YANG LARANG UCAPKAN SELAMAT NATAL? AL-KAFIRUN?”:

DALIL MANA YANG LARANG
UCAPKAN SELAMAT NATAL?
AL-KAFIRUN?

Diriwayatkan Ibnu Ishak, suatu hari orang-orang ARAB QURAISH mendatangi Nabi Muhammad & berkata, “Wahai Muhammad, bagaimana bila kita bekerja-sama dalam ibadah? Kami akan menyembah yang kau sembah, tapi kau juga menyembah yang kami sembah.”

Turunlah firman Allah, لَكُم دينُكُم وَلِيَ دينِ , “Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku” (Al-Quran, surat Al-Kafirun, ayat 6). ini adalah ASBABUN NUZUL (sebab turun ayat) Al-Kafirun, ditujukan kepada Arab Quraish yang mengajak MENYATUKAN AGAMA.

Apakah mengucapkan “Selamat Natal” artinya kita MENYATUKAN AGAMA Islam & Kristiani? Ucapan selamat tak lebih dari ADAB SANTUN tidak ada bedanya dengan ucapan “Selamat Ulang Tahun”, atau “Selamat Menempuh Hidup Baru” bagi pasangan baru menikah, atau saat mendengar istri kawan baru hamil.

Masalahnya dimana? TIDAK ADA urusannya dengan Akidah, hanya adab BERBAGI BAHAGIA. tidak kurang tidak lebih, karena kita manusia, bukan binatang. Menggunakan Al-Kafirun yang ditujukan kepada ARAB Quraish karena mengajak MENYATUKAN agama untuk mengharamkan “Selamat Natal” jelas Jaka Sembung Bawa Golok!

DALIL MENYERUPAI KAUM?

Syahadat Islam adalah, “Ashadu allailaha illallah, wa’ashadu anna Muhammadar Rosulullah”. MENGAPA HARUS ADA kalimat “dan Muhammad utusan Allah”? Karena ISLAM DITURUNKAN kepada Nabi Muhammad SAW.

Apa boleh Syahadat “dan Musa utusan Allah”?
Apa boleh Syahadat “dan Isa utusan Allah”?
Mengapa harus “dan Muhammad utusan Allah?”
KARENA ALQURAN (ISLAM) MUKZIZAT MUHAMMAD

Islam turun kepada Nabi Muhammad menyempurnakan agama-agama yang sudah turun SEBELUM Islam. Agama YUDAISME (Taurah) yang turun kepada Nabi Musa. Agama NASRANI (injil) yang turun kepada Nabi isa (Yesus). ISLAM PUNYA NABI MUHAMMAD.

Agama YUDAISME turun kepada Musa
sebelum Islam turun kepada Muhammad

Agama KRISTIANI turun kepada Isa (Yesus)
sebelum Islam turun kepada Muhammad

CADAR ADALAH TRADISI YUDAISME
SUNAT ADALAH TRADISI YUDAISME
HIJAB ADALAH TRADISI KRISTIANI

Cadar, Sunat, Hijab adalah tradisi agama YUDAISME & KRISTIANI yang sudah dilakukan oleh bangsa Yahudi (bani Israil) & umat Nasrani JAUH SEBELUM Islam turun kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan agama-agama sebelumnya.

ARTINYA: bila memaksakan dalil “barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia akan menjadi kaum tersebut” untuk mengharamkan ucapan Selamat Natal..

MAKA BERCADAR JADI YAHUDI
MAKA DISUNAT JADI YAHUDI
MAKA BERHIJAB JADI KRISTEN

Berdasarkan KAJIAN inilah Ulama-Ulama Besar Indonesia yang bergelar PROFESOR DOKTOR yang pasti pintar & menguasai ilmu Islam yang luhur menetapkan umat Muslim BOLEH mengucapkan “Selamat Natal”..