KPI Tegur Sinetron Anak Jalanan Terkait Ugal-ugalan Balapan Motor

KPI Tegur Sinetron Anak Jalanan Terkait Ugal-ugalan Balapan Motor
Sipayo.com – Meski tengah digandrungi oleh pemirsa Indonesia, sinetron remaja berjudul Anak Jalanan yang dibintangi oleh Stefan William dan Natasha Wilona, dan tayang di RCTI secara resmi telah diberikan teguran oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Sinetron yang sarat dengan adegan-adegan balapan yang dilakukan oleh para pemuda, sekaligus tak jarang pula terjadi ada adegan perkelahian antara geng motor membuat sebagian pemirsa resah. (Baca: Sinopsis dan Nama Pemain Sinetron Anak Jalanan)

Hal inilah yang menjadi komplain dan masuk membanjiri KPI. Akhirnya, tim KPI pun akhirnya turun tangan dan melayangkan sebuah surat teguran untuk pihak RCTI selaku stasiun TV yang menayangkan sinetron tersebut.

Berikut adalah bentuk teguran dari pihak KPI terkait sinetron Anak Jalan yang dilayangkan ke KPI:

Program Siaran Anak Jalanan yang ditayangkan oleh stasiun RCTI pada tanggal 11 November 2015 pukul 20.04 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan remaja, pelarangan adegan kekerasan serta penggolongan program siaran sebagaimana diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012. Program tersebut menayangkan adegan kekerasan secara intens dan eksplisit. Seorang pria memukul dan menendang pria lain hingga terlempar. Selain itu juga kerap menampilkan adegan balap motor. Tayangan dengan muatan tersebut sangat berbahaya untuk ditampilkan karena berpotensi ditiru khalayak yang menonton terutama oleh remaja,” beberapa penggal teguran KPI.

Di peringatan pertamanya ini, KPI mewanti-wanti agar tim Anak Jalanan mengurangi adegan-adegan yang dianggap tak pantas dan bisa ditirukan remaja. Kali ini mungkin hanya sekedar teguran biasa, namun jika masih saja bandel, Anak Jalanan bisa dihentikan penayangannya secara paksa.

Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan memberikan peringatan agar saudara melakukan evaluasi internal atas program ini. Muatan-muatan yang tidak sesuai dengan gaya penceritaan dan tampilan yang tidak sesuai dengan perkembangan psikologis remaja wajib diminimalisir. Demikian peringatan ini kami sampaikan. Terima kasih