Kriminolog Sebut Nikita Mirzani bukan Korban, tetapi Pelaku Prostitusi

Kriminolog Sebut Nikita Mirzani bukan Korban, tetapi Pelaku Prostitusi
Sipayo.com – Kriminolog yang juga merupakan pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyebutkan bahwa artis Nikita Mirzani yang ditangkap penyidik Bareskrim Polri terkait dugaan kasus prostitusi bukan semata-mata menjadi korban.

Reza menerangkan, Nikita tidak memenuhi kriteria sebagai seorang korban yang terkesploitasi bila merujuk pada Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Sehingga, secara substansif, sesungguhnya dia (Nikita) jelas bukan korban, tetapi pelaku juga,” kata Reza, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Minggu (13/12/2015).

Pasal 1 ayat (3), Bab I tentang ketentuan umum UU TPPO menyebut, “Korban adalah seseorang yang mengalami penderitaan psikis, mental, fisik, seksual, ekonomi, dan atau sosial yang diakibatkan tindak pidana perdagangan orang”.

“Apakah NM (Nikita Mirzani) memenuhi kriteria sebagai orang yang tereksploitasi? Saya rasa tidak. Faktanya, dia dan tak sedikit orang sukarela, berencana dan sengaja melacur,” ujar Reza.

Sebagaimana diketahui, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggerebek aktivitas prostitusi di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (11/12/2015) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam penggerebekan tersebut, artis Nikita Mirzani yang diduga turut ikut berperan sebagai pelaku prostitusi turut ikut diamankan. Selain Nikita, polisi juga turut menangkap O yang diduga sebagai germo dan F, manajer Nikita.

Keduanya, baik O dan F ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap telah menjual Nikita. Adapun Nikita  dianggap sebagai korban. Keduanya dikenakan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.