Profil Muhammad Riza Chalid

Profil Muhammad Riza Chalid
Sipayo.com – Nama Muhammad Riza Chalid kini tengah mengemuka seiring dengan mencuatnya kasus permintaan saham Freeport yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Malah di tengah bergulirnya sidang Majelis Kehormatan Dewan (MKD) dan penyeledikan Kejaksaan Agung terkait kasus tersebut, kini Riza Chalid dikabarkan telah pergi keluar negeri.

Dalam kasus permintaan saham Freeport MKD dan Kejagung telah memeriksa Sudirman Said dan Presidir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Sementara Riza Chalid yang juga turut dalam rekaman percakapan belum diklarifikasi langsung oleh MKD dan Kejagung.

Sementara itu, tampak ada kejanggalan di MKD DPR. Setelah pemanggilan Sudirman Said, MKD sempat sesumbar bakal memanggil Riza Chalid. Namun sampai Novanto selesai diperiksa, ternyata belum ada surat undangan dialamatkan ke rumah Riza Chalid.

Hal tersebut terungkap dari pernyataan epala Sekretariat MKD Cholidah Indriyana di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2015). Menurutnya selama ini pihaknya belum menemukan alamat Riza.

“Kami belum menemukan alamatnya. Informasinya itu alamat rumah dia ada tiga. Nah, kami enggak tahu alamatnya mana,” ujarnya kepada wartawan.

Lalu siapakan sebenarnya sosok Muhammad Riza Chalid yang saat ini namanya tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia, mulai dari tingkat bahwa hingga atas itu?

Dari penelusuran informasi dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun Sipayo.com, diketahui sekilas profil Muhammad Riza Chalid disebut-sebut sebagai seorang yang hebat, lihat, dan sangat berpengaruh, juga punya kekuasaan, serta pawai mendekati para pejabat paling elit di Indonesia.

Salah satu bukti kehebatan Reza Chalid atau yang kadang dipanggil Riza ini adalah kebersamaanya bersama Ketua DPR Setya Novanto, saat bernegoisasi dengan Presdir Freeport Maroef Sjamsuddin. Jelas dalam pertemuan tersebut, ia sudah berhasil dekat dengan Setya Novanto dan menguasainya, sang ketua DPR, orang namor satu di Indonesia sebagaimana yang disebut oleh Capres Amerika Serikat, Donal Trump.

Sementara itu, dalam rekaman pembicaraan mereka saat pertemuan dengan Presdir Freeport yang diputar di MKD, 2 Desember 2015 lalu, Riza bercerita lugas bahwa dialah yang mengumpulkan para elit partai KMP pasca kalah Pilpres untuk berbalik mendukung Jokowi.

Reza meminta para elit KMP untuk tidak menganggu Pemerintahan Jokowi-JK dengan tujuan agar bisnis berjalan lancar. Usul Reza itupun disetujui KMP dan terbukti kemudian, KMP tidak pernah lagi menganggu Jokowi. Ini juga merupakan satu bukti bagaimana kehebatan Riza yang mampu menyihir dan menjinakkan para elit KMP.

Terkait negosiasi Freeport, Setya Novanto mempercayakan semuanya kepada Riza. Menurut pengakuan Novanto, bila Riza yang mengatur bisnis di Freeport, mereka semua happy, bisa bersenang-senang, main golf dan beli pesawat Jet. Baik Riza maupun Novanto, sangat yakin bila perpanjangan kontrak karya Freeport akan menjadi kenyataan dan disetujui Jokowi. Caranya, melalui Luhut, orang kepercayaan Jokowi. Novanto pun amat yakin Luhut bisa mempengaruhi Jokowi.

Kepada Maroef Sjamsoeddin, Reza meyakinkan bahwa Presiden Joko Widodo akan memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia. Menurut Reza, Presiden Jokowi akan jatuh dari kekuasannya jika tak memperpanjang kontrak Freeport di Indonesia. “Saya ikut masuk ke Dharmawangsa ini, cost yang mereka bawakan sudah, tapi masih gedean mereka porsinya. Terlalu lama mereka itu boros. Saya yakin Freeport pasti jalan. Kalau sampai Jokowi nekat nyetop, jatuh dia,” kata Reza kepada Maroef seperti terdengar dalam rekaman di MKD.

Dari cuplikan transkrip rekaman percakapan tersebut, maka terlihat Riza dengan sangat vulgar berani mengatakan bahwa Jokowi akan jatuh bila nekat stop Freeport. Keberanian Riza ini sebetulnya bukan tanpa alasan. Bila ditelisik ke belakang, kehebatan Riza juga tercermin dari kemapuannya mengendalikan bisnis Petral selama puluhan tahun.

Dari profil Muhammad Riza Chalid yang dikenal sebagai pria keturunan Arab tersebut sejak lama telah dikenal pula dekat dengan keluarga Cendana. Ia juga disebut sebagai ‘penguasa abadi’ bisnis minyak di Indonesia, karena setelah rezim Cendana berakhir, ia kemudian berpindah ke rezim Cikeas.

Itulah sekilas profil dan biodata Muhammad Riza Chalid. Seorang pengusaha yang mampu menusuk masuk ke jantung para elit negeri ini. Dengan kekuatan uangnya, Reza mampu mempengaruhi segala kebijakan para elit baik di legislatif, yudikatif maupun eksekutif di negeri ini.