Bocah Ini Minta Polisi Tangkap Pembunuh Ayahnya

Bocah Ini Minta Polisi Tangkap Pembunuh Ayahnya
Sipayo.com – Sebuah foto beredar di Facebook, dimana dalam foto tersebut tampak seorang bocah tengah memegang poster bertuliskan “Tangkap…!! Pembunuh Bapak Ku…”, sementara dibawah foto tersebut juga tampak sebuah foto seorang pria yang diketahui bernama Gideon Ginting, warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Medan yang tewas diduga karena penganiayaan pada Jumat (18/12/2015) silam.

Meski telah sebulan berlalu, namun hingga kini ini belum ada titik terang siapa yang melakukan penganiyaan, sehingga mengakibatkan tewasnya Gideon Ginting.

Sebelumnya, dari pemberitaan sejumlah media massa terbitan Medan menyebutkan ada dugaan kuat Gideon Ginting tewas karena dianiyaya pihak keamanan Pusat Pasar karena dendam lama.

Hal tersebut terbukti karena Gideon Ginting kerap kali melawan, setiap adanya kutipan uang keamanan dan kebersihan oleh petugas kemanan pasar yang dianggapnya memberatkan pedagang.

Tidak hanya sampai disitu, Gideon yang juga dikenal sebagai Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan (P3TM) tersebut telah beberapa kali membuat pengaduan ke Polsek Medan Kota atas kasus pengerusakan dan pencurian di kios pusat pasar.

Meskipun uang keamanan telah dikutip oleh pihak keamanan, namun kios pedagang masih tetap kemalingan bahkan terkadang dikencingi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin pernah menuturkan kepada wartawan, bahwa kasus meninggalnya Gideon Ginting telah tertuang dalam laporan pengaduan (LP) Nomor: LP/3465/K/XII/2015/SPKT Resta Medan tanggal 18 Desember 2015. Namun hingga sebulan berlalu, kasus ini tampaknya masih tanpa ada kejelasan.

Beberapa waktu lalu juga sempat beredar video di Youtube berjudul “Siapakah aparat di detik detik sebelum pembunuhan Gidion Ginting”. Dalam keterangan video tersebut juga ditulis “Detik detik intimidasi menjelang meninggalnya Gidion Ginting Ketua Perindo Medan. Desas desus pemberitaan di Medan pembunuhan ini melibatkan oknum TNI dan Polisi. Semoga kebenaran terungkap.” Demikian keterangan video tersebut.