Mengenal Sosok Jessica Kumala Wongso dalam Kasus Kematian Mirna

Mengenal Sosok Jessica Kumala Wongso dalam Kasus Kematian Mirna
Sipayo.com – Nama Jessica Kumala Wongso mendadak menjadi perhatian publik, hal tersebut terkait dengan kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu (6/1/2016) lalu. Saat itu, Jessica bersama Mirna dan satu teman mereka lainnya tampak tengah bersama di Kafe olivier.

Saat ini Jessica Kumala Wongso pun tengah diperiksa oleh pihak kepolisian sebagai saksi dalam kasus kematian Mirna. Meski belum ditetapkan sebagai tersangka, namun netizen mencurigai dirinya sebagai pembunuh Mirna dengan menamburkan racun sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna.

Dugaan tersebut diperkuat, lantaran Jessica disebut sebagai orang yang memesankan kopi untuk Mirna dua jam sebelumnya, padahal minuman itu mengandung es yang cepat mencair. (Baca: Inilah Perkembangan dan Kelanjutan Kasus Mirna Terbaru)

Lalu siapakah Jessica Kumala Wongso? Dari keterangan pengacaranya, Yudi Wibowo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (19/1/2016), menyebutkan bahwa Jessica merupakan anak bungsu dari pasangan Winardi dan Imelda Wongso. Ayahnya merupakan pengusaha plastik untuk onderdil sepeda asal Jakarta.

Yudi yang juga merupakan sepupu dari Jessica mengungkapkan bahwa keluarga Jessica sebenarnya telah hijrah ke Australia pada tahun 2005 dan menetap disana. Ayahnya bahkan membeli sebuah rumah di Sydney. Saat keluarganya telah pindah tahun 2005, Jessica masih tetap di Indonesia, sebab ia masih menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Jubilee School.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, Jessica merupakan sosok pendiam dan manja. “Dia ini anak papa dan mama, kebiasaan apa-apa disiapin. Walaupun umurnya 27 tahun, tapi masih anak mama, makan disiapin, mandi disiapin,” terang Yudi. Sebagai contoh, saat pertemuan dengan Mirna, Rabu (6/1/2016) lalu, Jessica datang ke Grand Indonesia diantara oleh ayahnya.

Semasa SMA, Jessica juga disebut-sebut suka bermain komputer dan menggambar, dengan demikian saat tamat SMA tahun 2008, ia langsung memilih menyusul keluarganya ke Australia. Dia kemudian kuliah di Billyblue College Sydney dan mengambil jurusan design grafis.

Jurusan tersebut sesuai dengan kesukaan Jessica dan tambah membuat dirinya semakin kerajingan di depan komputer hingga membuatnya sempat terkena sakit leher. “Ketika Jessica ke Australia saya tak pernah lagi bertemu Jessica,” kata Yudi.

Selanjutnya Jessica menetap selama 7 tahun di Australia, hingga 2015. Namun usai lulus kuliah, Jessica kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap di Australia. Dia kemudian memutuskan kembali ke Indonesia dan mencari pekerjaan di akhir 2015 kemarin.

Begitu kembali ke Indonesia, Jessica menempati rumah lama keluarganya. Lokasinya berada di Jalan Selat Banda, J1, Sunter Icon, Jakarta Utara. “Jessica ini sedang cari pekerjaan disini,” kata Yudi.

Mengenai hubungan antara Jessica dengan Mirna, Yudi menjelaskan keduanya bukan teman dekat. Mereka tak duduk di bangku SMA di sekolah yang sama. Keduanya hanya sempat kuliah di kampus yang sama tetapi beda jurusan. Lantaran sama-sama berasal dari Indonesia makanya komunikasi keduanya pun terjalin semasa kuliah.

Setelah lulus pada tahun 2008, Mirna langsung pulang ke Tanah Air, sedangkan Jessica tidak. Ketika Jessica pulang ke Indonesia, dia pun menghubungi teman lamanya itu. Saat itu, Jessica baru sepekan berada di Indonesia.