Sebut Foto Jokowi Editan, Jonru Ginting Berpotensi Dipolisikan

Sebut Foto Jokowi Editan, Jonru Ginting Berpotensi Dipolisikan
Sipayo.com – Terkait tuduhan Jonriah Ukur Ginting atau yang lebih dikenal dengan Jonru Ginting terhadap foto Presiden Joko Widodo yang disebutnya editan, tampaknya akan berbuntut panjang. Pasalnya, sang fotografer istana, Agus Suparto yang mengabadikan momen Jokowi tengah mengenakan sarung menikmati matahari pertama 2016 di Raja Ampat tidak terima dengan tuduhan Jonru.

Sebagaimana dipantau Sipayo.com pada lamaan Facebook milik Agus Suparto, telah ramai menjadi perbincangan niatan pria asal Yogyakarta itu untuk untuk mempolisikan Jonru. Agus merasa perbuatan Jonru sudah kelewatan batas dan melanggar Undang-undang IT.

“Thanks all, buat buktikan ke Jonru bahwa foto saya bukan editan. Sebenarnya malas nanggapi, tetapi hal ini sudah menyinggung harga diri atas integritas saya. Lagi pula melanggar UU,” tulisnya.

Pernyataan Agus melalui tulisan di Facebook tersebut langsung mendapatkan banyak dukungan dari rekan-rekannya.

Sebagaimana diketahi, Jonru mengunggah sebuah ulasan dari analisa pribadinya mengenai foto tersebut. Jonru menyangsikan kebenaran foto itu karena merasa ada yang aneh dengan latar belakang foto.

“Tidak ada yang salah dengan beritanya. Yang saya heran adalah FOTONYA: Sinar matahari dari belakang, tepat di bagian punggung. Namun kenapa di bagian punggung justru lebih gelap dibanding depan, padahal cahaya matahari berasal dari belakang?

Silahkan bagi teman2 yang pintar Photoshop untuk membuat analisis. Jika ternyata foto ini asli, bukan editan, maka status ini akan saya hapus segera.

Namun jika ternyata ini fto editan, PERTANYAAN BESARNYA adalah: Untuk apa bikin foto editan? Apa relevansinya? Wallahualam:)”

Meski Jonru telah menghapus postingan dan meminta maaf terkait tuduhannya terhadap foto Presiden Jokowi yang diabadikan oleh Agus. Namun Agus Suparto berniat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Ia menilai tulisan itu telah menjadi viral di kalangan pengguna media sosial. Sehingga sangat merugikan nama baiknya selama ini.

Agus menegaskap, foto itu merupakan jempretan pribadinya. Kemudian foto itu ia unggah kurang lebih 15 menit setelah diambil usai pemotretan dan masih berada di lokasi yang sama yaitu di Raja Ampat.