Cara Mencegah VIRUS ZIKA Menurut Kemenkes

Cara Mencegah VIRUS ZIKA Menurut Kemenkes
Sipayo.com – Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Zika, Kementerian Kesehatan menghimbau warga agar waspada dan aktif mencegah dengan cara yang sama seperti mencegah Demam Berdarah (DBD).
 
 
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi yang menyebutkan bahwa cara mencegah virus Zika sama dengan cara pencegahan demam berdarah.
 
                (10 Cara Mudah Mencegah Kena Kanker Menurut Ahli)
 
Menurut Oscara, penularan virus Zika sama dengan DBD yakni melalu nyamuk ades agepty, maka dari itu cara mencegah penyebaran virus ini juga sama dengan DBD.
 
“Virus ini kan penularannya sama dengan DBD, yaitu dari nyamuk aedes aegepti sehingga pencegahan virus ini sama juga dengan DBD,” Ujar Oscar.
 
Dihimpun sipayo.com, Selasa (2/2/2016) dari healtkompas adapun cara mencegah virus zika menurut kemenkes adalah sebagai berikut:
 
1. Gunakan Rumus 3 M
Setiap warga di rumah harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD
 
2. Mengaktifkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara
Melaui direktorat Surveillance dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan maka akan diadakan pemeriksaan bagi warga yang datang dari daerah yang ada virus Zika.
 

3. Menunda Perjalanan ke Daerah Yang Ada Virus Zika
Walau pemerintah tidak menetapkna travel warning, diharapkan masyarakat menunda perjalann ke daerah yang ada virus zika, khususnya ibu yang sedang hamil.
 
Jika sudah terlanjur melakukan perjalanan, sebaikanya kenakan baju lengan panjang, celana panjang yang bisa diselipkan di kaus kaki, dan pakailah losion antinyamuk. Pada malam hari, pasanglah layar antiserangga, nyalakan AC, dan kalau perlu dan memungkinkan bisa dengan memasang kelambu
 
Diketahui, bahwa virus Zika ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, dimana bila sudah terinfeksi maka berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali atau kecacatan pertumbuhan otak.