Korban Tewas di Proyek PLTA Karo Ternyata Akibat Terbakar

Korban Tewas di Proyek PLTA Karo Ternyata Akibat Terbakar
Sipayo.com – Polisi kini tengah menyelidiki peristiwa yang menewaskan 6 pekerja dan melukai 7 lainnya di proyek pembangunan PLTA Wampu di Desa Rih Tengah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, Rabu (24/2/2016) pagi.

Pada awalnya, seluruh korban diduga tersetrum arus listrik, namun setelah diselidiki dan memintai keterangan saksi, akhirnya dipastikan korban tewas dan luka ternyata akibat terbakar. (Baca: Kecelakaan Pembangunan PLTA di Karo Tewaskan 6 Orang)

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Karo, AKBP Victor Togi Tambunan, Rabu (22/2/2016) malam kepada wartawan.

Saat peristiwa naas tersebut terjadi, ke-13 pekerja tengah berada di terowongan. Tanpa diketahui darimana asalnya, ada gas yang masuk ke lokasi tersebut. “Diduga ada percikan api menyambar gas dan membakar para pekerja,” ujar Victor.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil olah TKP dari tim Labfor yang telah turun kelokasi. “Hasil Lapfor yang akan lebih detail mengenai penyebab pasti peristiwa tersebut,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, insiden di proyek PT Wampu Electic Power (WEP) telah menewaskan 6 pekerja, diantaranya bernama Anto Cibro, Jali Bako, Ruben Manurung, Hendra Sanjaya, Putra dan Hamzah Haz alias Amar.

Sementara 7 korban kritis yang masih dirawat masing-masing: Dam, Panjang, Didit, Hermansyah, M Yunus, Ramadhan, dan Erwin.