Mengenal Lebih Dekat Sosok Seniman Muda Karo El Poerba

Mengenal Lebih Dekat Sosok Seniman Muda Karo El Poerba

Sipayo.com – Terlahir dengan nama Elias Pranata Purba dan memiliki nama panggung sebagai El Poerba, merupakan sosok seniman sekaligus pegiat budaya Karo  yang akhir-akhir ini namanya semakin dikenal masyarakat luas.

Selain memiliki talenta di bidang tarik suara, El Poerba juga dikenal sebagai sutradara sekaligus pemeran film lokal yang eksis di Sumatera Utara, khususnya di Taneh Karo Simalem.

Karir El Poerba di dunia musik ternyata bermula dari kepiawannya sebagai pemain , dan telah beberapa kali mendapatkan penghargaan dibidang ini. Bermain drum dengan kondisi kaki yang sulit kemungkinannya sulit untuk memijak pedal beat drum. Namun hal tersebut berhasil dilakukan oleh El Poerba dengan sempurna.

Dalam menggeluti dunia tarik suara, El Poerba tercatat telah merilis beberapa single, diantaranya berjudul Rumah Tanduk, Solusi, hingga berkolaborasi dengan rapper etnik Wisnu Bangun membawakan lagu Ngarap Gestung Api Bas Lau.

Selain merilis single, El Poerba juga turut ikut mempersebahkan sebuah lagu di album Plato Ginting yang dirilis pada penghujung 2015 lalu. Pada album tersebut, Plato berkolasi dengan El Poerba membawakan lagu berjudul Bebere Mamana.

Di dunia panggung hiburan, El Poerba juga kerap tampil diberbagai acara, mulai dari panggung Karo Festival 2015 di Lapangan Merdeka Medan pada akhir Agustus 2015 kemarin, hingga panggung Karo Night yang kerap digelar di Villa Zeqita Water Lounge Medan.

Aktif sebagai seorang seniman sekaligus pegiat budaya yang saat ini semakin dikenal luas ternyata tidak didapatkan secara mulus dan tanpa rintangan oleh El Poerba.

Terlahir dan hidup sebagai seorang pemuda yang hanya bisa menggunakan kursi roda sebagai kakinya, secara kasat mata dapat terlihat sebagai salah satu penghalang dan rintangan tersebut.

Namun demikian, El Poerba mengatakan selalu berupaya menjalani semua keterbatasan tersebut dengan penuh rasa syukur dan tanpa pernah mengutuk hidup. Justru dirinya mengaku menerima dengan tabah semua keterbatasan yang dimilikinya.

“Dalam kondisi seperti ini aku tetap semangat dan bersyukur. Begitu pula aku sadar bahwa Tuhan tidak hanya memberi kekurangan kepadaku. Tapi memberi kelebihan dibindang musik, dan ini cukup membuat orang-orang disekelilingku mampu termotivasi dan bahkan seolah melihat kebesaran Tuhan,” ujarnya kepada Sipayo.com

Ketabahan dan kesabaran, sekaligus rasa motivasi besar yang dimilikinya akhirnya berbuah manis. El Poerba yang lahir pada 3 Desember 1985 dan bertepatan dengan Hari Penyadang Cacat Internasional tersebut kini telah mantap dijalurnya sebagai seorang seniman dan juga pegiat budaya.

Dalam perbincangannya baru-baru ini bersama Sipayo.com, El Poerba juga sempat mengutarakan niatnya membuka sanggar seni di Kota Medan. “Aku ingin membuka sanggar seni di Medan, atas keinginan tersebut jugalah saat ini aku meninggalkan Berastagi untuk sementara, dan kini menetap di Medan,” ujarnya.

Selain berkeinginan mendirikan sanggar seni, El Poerba juga turut menyampaikan rencananya dalam beberapa saat kedepan merilis album solonya yang perdana.

“Setelah bergabung di Maha Enterprise bersama teman-teman yang lain, maka kemungkinan besar akan segera merilis album solo yang ditangani oleh Wisnu Bangun yang menjadi musik derectornya,” ujarnya

Video Lagu Rumah Tanduk oleh El Poerba