Pribudiarta Nur Sitepu: Pencabulan Anak Tidak Ada Istilah Mau Sama Mau

Pribudiarta Nur Sitepu: Pencabulan Anak Tidak Ada Istilah Mau Sama Mau
“Yang dimaksud anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan” pungkas pria berdarah Karo ini.

Sipayo.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA) menegaskan dalam kasus pelecehan seksual atau pencabulan atas anak tidak ada istilah mau sama mau.
 
Hal ini diungkapkan oleh Deputi Perlindungan Anak KPP dan PA, Pribudiarta Nur Sitepu, ketika diminta tanggapan terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak. Dimana salah satunya yang mengehebohkan adalah pencabulan anak oleh pendangdut saipul Jamil.
 
“Dalam suatu hubungan seksual yang melibatkan anak, tidak dikenal adanya istilah mau sama mau, Hubungan seksual dengan anak adalah kejahatan,” Ujar Nur Sitepu seperti dikutip pada republika, sabtu (20/2/2016).
 
Nur SItepu menambahkan, Pelaku kekerasan seksual anak hendaknya diberi sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
 
“Di dalam UU itu jelas disebutkan kalau ada anak yang mengalami tipu muslihat, serangkaian kebohongan, dan dibujuk melakukan persetebuhan dengan seseorang atau orang lain maka dikenakan pasal 81 UU PA” Jelas Nur
 
Pelaku kekeran seksual terhada anak diancam dengan sanksi hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda sebesar Rp 5 miliar.
 
“Yang dimaksud anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan” pungkas pria berdarah Karo ini.