Ini Tanggapan Arya Sinulingga Terkait Teror Bom di Medan

Ini Tanggapan Arya Sinulingga Terkait Teror Bom di Medan
Sipayo.com – Tokoh muda asal Sumatera Utara, Arya Sinulingga turut menanggapi peristiwa teror bom yang terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jl. Dr Mansyur, Medan. Arya mengatakan teror tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan rasa persaudaraan antara warga Sumut.

“Ketika tadi pagi mendengar di Gereja Katolik di Jln Dr Mansyur ada kejadian bom bunuh diri, langsung teringat dengan gereja yang teduh dan sering dilewati pada masa kecil, pasti menjadi tidak teduh dan tenang lagi,” tulisnya melalui lamaan Facebook pribadinya.

Lebih lanjut Arya mengatakan, teror tersebut telah mengenai salah satu tempat yang menjadi memori masa kecilnya. Walau pun tidak berhasil dan tidak ada korban jiwa, tapi teror tersebut telah berhasil mengusik kedamaiaman yang selama ini terjalin di Gereja maupun di Sumut yang terkenal dengan keberagamanan berbagai suku dan agama.

“Teror ini adalah sebuah pencobaan terhadap kedamaian masyarakat Sumut, dan teringat dengan khotbah pagi ini di Gereja. Pencobaan adalah sebuah kesempatan, sebuah oportunity bila kita berhasil menghadapinya,” ungkapnya.

Arya turut berharap agar pencobaan tersebut menjadi kesempatan masyarakat Sumut untuk lebih kuat. “Pencobaan juga merupakan ujian apakah kita kembali kepada Tuhan atau malah mengabaikannya. Dan pada saat pencobaanlah kita bisa meminta hikmat kepada Tuhan untuk mengetahui untuk apa semua pencobaan terjadi,” ujarnya.

Terkait teror bom yang terjadi Minggu (28/8/2016) di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Arya turut berharap agar hal tersebut dapat menjadi sebuah kesempatan masyarakat Sumatera Utara untuk memperkuat dirinya, memperkuat kerukunannya, memperkuat kebersamaannya dan memperkuat persaudaraanya.

“Dan pasti hikmat yang kita dapat dari semua ini bukanlah untuk memecahbelah persaudaraan di Sumut. Jadi kalimat #kamitidaktakut bentuknya diwujudkan dengan sebuah persaudaraan dan sebuah perdamaian serta menganggap semuanya sebagai sebuah pencobaan utk menguatkan masyarakat Sumut,” tutupnya.