Gawat! Ribuan Orang Pulang Kampung dari Batam Akibat Ekonomi Sedang Genting

Gawat! Ribuan Orang Pulang Kampung dari Batam Akibat Ekonomi Sedang Genting

Ilustrasi Pulang Kampung Lewat Pelabuhan (Int)

Sipayo.com – Kondisi ekonomi yang semakin lesu di Batam dianggap kian genting karena mengakibatkan ribuan orang harus kehilangan pekerjaan. Hal ini juga menjadi penyebab utama terjadinya fenomena ramai-ramai pulang kampung dari Batam yang terjadi dalam kurun beberapa waktu belakangan.

“Sudah finish kontrak (kerja), jadi kami memutuskan pulang saja,” kata Muhammad Taufik saat mengurus surat pindah rayon sekolah anaknya di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batam, Senin (12/6/2017) kemarin.

Taufik mengaku sudah 14 tahun tinggal di Batam. Sebelumnya ia bekerja di salah satu perusahaan galangan kapal di kawasan Tanjunguncang, Batam. Namun baru-baru ini dia berhenti bekerja lantaran perusahaan tempatnya mencari nafkah itu melakukan pengurangan karyawan. “Galangan kapal sudah sepi, susah cari kerja,” ujarnya.

Sebagaimana data dari Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, tercatat ada sekitar 23 perusahaan yang tutup serta hengkang di tahun 2017. Jumlah pengangguran juga tak sedikit mencapai 200 ribu orang. Hampir sekitar 20 persen lebih jumlah penduduk Batam yang kini mencapai 1,2 juta jiwa.

Tak heran, ribuan orang yang kehilangan harapan, memutuskan untuk pulang kampung dan tak kembali lagi. ”Ya, beberapa minggu ini jumlah keluar batam mengalami kenaikan dari biasa,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pendaftarana Penduduk Disdukcapil Batam, Muhammad Teddy Nuh.

Teddy Nur tak dapat menampik, kepergian orang-orang tersebut keluar Batam, tak lepas dari kondisi ekonomi saat ini dan pengangguran. “Biasanya pendatang yang paling banyak. Di bulan ini malah yang keluar yang naik. Dengan alasan yang beragam,” katanya.

Sementara itu, Walikota Batam Muhammad Rudi mengaku tak ambil pusing soal fenomena banyaknya warga batam yang mengurus surat pindah ke luar Batam. Apalagi bila hal tersebut dikaitkan dengan masalah ekonomi di Batam yang saat ini menurun drastis.

“Kalau keluar, ya keluar. Saatnya masuk, ya masuk. Kita tak punya hak soal itu,” kata Rudi, Selasa (13/6/2017). Menurut dia, banyaknya orang yang keluar Batam saat ini, bisa jadi karena sudah lelah berada di Batam.

Kemudian ingin membuka usaha baru di luar Batam. “Capek di Batam. Mungkin dia mau mulai usaha baru. Bosan nanti, masuk lagi. Tak ada masalah,” ujar dia.