Jelang Arus Mudik, Pengendara Dihimbau Waspada Daerah Rawan Longsor

Jelang Arus Mudik, Pengendara Dihimbau Waspada Daerah Rawan Longsor

Sipayo.com – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017, masyarakat yang akan mudik lebaran dihimbau agar meningkatkan kewaspadaan bila melintas di sejumlah daerah di Kabupaten Karo. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Karo merupakan jalur perlintasan pemudik dari berbagai Provinsi.

Sebagai contoh di kawasan pintu angin, Kecamatan Merek (perbatasan antara Kabupaten Karo – Dairi) terdapat badan jalan yang amblas di dua titik berdekatan dengan kedalaman 30 – 50 centimeter. Pengendara harus ekstra hati – hati saat melintas di jalur ini, sebab badan jalan hanya bisa dilalui setengah dan kendaraan secara bergantian melintas.

Para pemudik juga dihimbau agar lebih waspada di jalur lintas darat yang rawan longsor. Khususnya di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Karo dan Dairi. Pakpak Bharat, Deliserdang, Simalungun, dan Provinsi NAD. Diantaranya, perbukitan lintas Medan-Berastagi, Kabanjahe-Naman Teran (tembus ke Langkat), dan perbukitan Tongging (Simalungun).

Selanjutnya, untuk lintas Karo yang menghubungkan Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat berada di perbukitan Kecamatan Merek, jelang Lau Pondom juga rawan longsor. Dari kawasan NAD yang rawan longsor sekitar Lau Lisang, Dusun Lau Riman Kecamatan Tiga Binanga, serta Desa Kinangkung Kecamatan Mardinding.

“Para pemudik diminta agar berhati – hati bila melintas di kawasan tersebut. Perhatikan rambu – rambu yang ada. Utamakan keselamatan saat bermudik Lebaran,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Kebupaten Karo, Dinasti Sitepu, Jumat (16/6). (Ebp)

Keterangan foto : Pengendara melintas di timbunan material longsor dusun Lau Lisang, Desa Kuta Bangun, Kecamatan Tiga Binanga, Karo, tepatnya di kilometer (km) 122 – 123, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada 18 Oktober 2015 silam. Sepekan jelang Lebaran 2017 masyarakat pemudik dihimbau waspada melintas di wilayah rawan longsor.