Ritual Karo Digelar Mencari Turis Asal Jerman yang Hilang di Sibayak

Ritual Karo Digelar Mencari Turis Asal Jerman yang Hilang di Sibayak

Foto: Ritual Pencarian Turis Asal Jerman yang Hilang di Sibayak

Sipayo.com – Sejak hilang di Gunung Sibayak pada Kamis, 22 Juni 2017 lalu, hingga kini turis asal warga Jerman atas nama Wolter Klaus masih belum ditemukan. (Baca: Seperti Ini Kronologi Hilangnya Turis Jerman di Gunung Sibayak)

Padahal berbagai upaya pencarian telah dilakukan dengan mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polisi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan yang berjumlah sekitar 40 orang.

Kemarin, Rabu (28/6/2017) tepatnya pada hari ke-5 pencarian, ritual khusus pun digelar dengan harapan agar turis warga Jerman dapat segera ditemukan.

Ritual tersebut merupakan tradisi kepercayaan tradisional masyarakat Suku Karo dengan mendirikan altar, yang dalam istilah lokal disebut dengan anjab, yakni sejenis pelataran kecil tempat memberikan sesajen kepada roh-roh nenek moyang.

Diatas anjab disajikan makanan dan sirih yang dilengkapi dengan kapur, pinang, gambir, dan tembakau. Tidak ketinggalan, ayam jantan warna putih juga dilepaskan di sekitar pendirian anjab.

Bagian dari ritual dilakukan karena ada anggapan tradisional masyarakat Karo, bahwa ketika seseorang hilang di Gunung Sibayak, berarti orang tersebut sedang ditawan oleh keramat penguasa gunung.

Dengan digelarnya ritual, maka diharapkan penguasa gunung bermurah hati, sehingga kemudian melepaskan orang yang sedang ditawan, sehingga kemudian dapat ditemukan atau pun dapat menemukan jalan pulang.