Ritual Karo Telah Digelar, Turis Asal Jerman Masih Belum Ditemukan

Ritual Karo Telah Digelar, Turis Asal Jerman Masih Belum Ditemukan

Foto: Ritual Pencarian Turis Asal Jerman yang Hilang di Sibayak

Sipayo.com – Berbagai upaya dilakukan dalam rangka mencari turis asal Jerman yang hilang di Sibayak. Selain mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polisi, BPBD, dan relawan, ritual tradisional pun telah dilakukan.

Ritual tersebut digelar di kaki Gunung Sibayak pada, Selasa (27/6/2017) kemarin, tepatnya pada hari ke-5 pencarian. Ritual tersebut dilakukan dengan harapan agar turis bernama Wolter Klaus dapat segera ditemukan atau kembali. (Baca: Ritual Karo Digelar Mencari Turis Asal Jerman yang Hilang di Sibayak)

Dalam ritual, dihadiri langsung oleh ayah dan anak Wolter Klaus. Ritual tersebut merupakan kepercayaan tradisional Suku Karo yang dilakoni dengan pendirian altar yang dalam bahasa Karo disebut anjab.

Diatas anjab diletakkan berbagai sesajian, diantaranya makanan, mumbang (kelapa muda), minyak wangi, sirih, rokok (terbuat dari bahan pucuk), serta lau penguras (campuran air jeruk purut dan berbagai rempah-rempah). Tidak ketinggalan, ayam jantan putih juga dilepaskan di sekitar pendirian anjab.

Ritual dilakukan karena ada anggapan pada masyarakat tradisional Karo, bahwa ketika seseorang hilang di Gunung Sibayak, berarti orang tersebut sedang ditawan oleh keramat penguasa gunung.

Dengan digelarnya ritual, maka diharapkan penguasa gunung bermurah hati melepaskan orang yang sedang ditawan, sehingga kemudian dapat ditemukan atau pun dapat menemukan jalan pulang.

Meski pencarian dan ritual telah dilakukan, namun hingga kemarin, Rabu (28/7/2017) sore, turis yang hilang di Gunung Sibayak sejak 22 Juni 2017 lalu masih belum ditemukan. Meski demikian, hingga hari ini, Kamis, 29 Juni 2017, pencarian masih terus dilanjutkan.