Santri Demo Tolak Sekolah 5 Hari

Santri Demo Tolak Sekolah 5 Hari

Ilustrasi Santri Demo

Sipayo.com – Rencana Pemerintah untuk menerapkan waktu sekolah 5 hari kembali ditentang sejumlah pihak. Kali ini penentangan dilakukan oleh ribuan satri di Pasuruan.

Kurang lebih 3000an santri dari berbagai pondok pesantren di Pasuruan menggelar demonstrasi pada rabu (14/6) dikantor DPRD Kabupaten Pasuruan, di desa raci kecamatan bangil.

Dikantor DPRD mereka membentangkan berbagai poster sebagai bentuk protes terkait peraturan Mendikbud Muhajir Effendi tentang 5 hari masuk sekolah.

Para santri dalam aksinya menyanyikan lagu hasbul waton yang artinya cinta tanah air sebagian dari iman.

Menurut para santei, waktu 5 hari masuk sekolah tidak memberi ruang yang cukup pada siswa untuk berinteraksi di lingkungannya yang menjadi akar budaya.

Permendiknas tentang masuk sekolah 5 hari ini juga dianggap merugikan jutaan guru TPQ dan Madrasah Diniyah karena mengancam pekerjaan mereka.

Sekolah sampai jam 4 sore akan membuat siswa enggan untuk belajar ke TPQ dan Madrasah Diniyah kareana sudah lelah. Sehingga proses belajar mengaji menjadi terganggu, padahal mengaji butuhkan untuk membentuk akhlah dan karakter anak-anak