Setelah Google, Sri Mulyani Kejar Pajak Facebook dan Twitter

Setelah Google, Sri Mulyani Kejar Pajak Facebook dan Twitter

Sri Mulyani (int)

Sipayo.com – Setelah berhasil memaksa Google untuk membayar pajak di Indonesia, dikabarkan Sri Mulyani juga akan memaksa Facebook dan Twiter untuk membayar pajak di Indonesia

Di Kantor Kementerian Keuangan Senin (19/6) Sri Mulyani mengatakan prinsipnya kalau mereka ada operasi disini dan mendapatkan penerimaan, dia jadi subjek pajak.

Namun agar dapat menetapkan perusahaan IT sebagai wajib pajak baru, Menteri keuangan itu menyebutkan harus ada aturan yang berasal dari Menteri Komunikasi dan Informatika.

“Kalau nanti kebijakan dari Menkominfo dan harus menjadi subjek pajak di Indonesia maka mereka harus jadu BUT (Badan Usaha Tetap)” jelas Sri Mulyani dikutip dari detik.com

Sementara itu, Staff ahli Menteri Keuangan, Awan Nurmawan Nuh mengatakan, siapun (perusahaan/pribadi) pun yang memiliki objek baik dia wajib pajak dalam negeri maupun luar negeri diwajibkan membayar pajak.

“Kami harus bisa buktikan kalau mereka punya kehadiran fisik, aktif doing business di Indonesia. Prinsipnya begitu. Terkait perusahaan-perusahaan itu kami tentunya terus melakukan penelitian pengawasan terhadap sumber-sumber penghasilan kami,” tegas Awan.