Astaga! Aparat Keamanan Rubuhkan Jambur di Lau Cih

Astaga! Aparat Keamanan Rubuhkan Jambur di Lau Cih

Foto: Jambur di Lau Cih yang Diduga Dirobohkan oleh Aparat Keamanan

Sipayo.com – Jambur merupakanan bangunan khas masyarakat Suku Karo dari Sumatera Utara. Bangunan ini umumnya digunakan sebagai tempat pelaksanaan pesta-pesta adat Karo, baik adat pernikahan maupun pesta adat kematian.

Mengingat keberadaan bangunan jambur dapat ditemukan secara merata diseluruh daerah Karo, begitu pula halnya di Desa Simalingkar A (seputaran Lau Cih), Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Daliserdang, terdapat pula sebuah bangunan jambur yang diberi nama ‘jamburta ras’ yang artinya jambur tersebut merupakan milik masyarakat Simalingkar A yang mayoritas merupakan masyarakat Karo.

Selama ini, lahan di seputaran bangunan jambur yang telah didirikan sejak beberapa tahun yang lalu itu memang sedang dalam sengketa. Adapun pihak masyarakat setempat mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah ulayat Sibayak Lau Cih. Disisi lain, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mengklaim bahwa masih memiliki Hak Guna Usaha (HGU) atas tanah tersebut.

Beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh masyarakat telah menggelar kegiatan bertema ‘Rapat Akbar’ di tanah adat ulayat Sibayak Lau Cih. Selain dihadiri oleh masyarakat setempat dan pihak ahli waris Sibayak Lau Cih, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, diantaranya Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan, Gunang Ginting Jawak, HN Serta Ginting, Arya Mahendra Sinulingga, Abdon Nababan, Setia Budi Tarigan, dan Datuk Adil Freddy Haberham. Adapun kegiatan ‘Rapat Akbar’ tersebut diselenggakaran bertempat di jambur Lau Cih.

Hari ini, Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 10.00 WIB, bangunan jambur di Lau Cih telah dirobohkan. Diduga pelaku yang merobohkan bangunan khas Suku Karo ini adalah aparat keamanan. Berdasarkan informasi yang mengemuka, jambur tersebut sengaja dirobohkan oleh aparat kemanan sebagai upaya untuk menggusur masyarakat dari lahan tersebut.

Selain merubuhkan bangunan, aparat kemanan juga disebut-sebut telah menangkapi sejumlah mahasiswa yang selama ini setia mendampingi masyarakat Lau Cih untuk mempertahankan tanah ulayatnya.

“Selain bangunan jambur telah dirobohkan, beberapa mahasiswa yang selama ini aktif mendamping masyarakat turut diciduk oleh aparat keamanan,” ujar sumber sipayo.com.

Hingga berita ini dinaikkan, belum diketahui siapa-siapa saja mahasiswa yang telah diciduk oleh aparat sebagaimana yang disebutkan sumber tersebut.