Hari Pertama Sekolah, Pelajar SD Gung Pinto Terpapar Debu Sinabung dan Terik Matahari

Hari Pertama Sekolah, Pelajar SD Gung Pinto Terpapar Debu Sinabung dan Terik Matahari

Foto: Pelajar SD Gung Pinto

Sipayo.com – Keceriaan hari pertama masuk sekolah usai libur panjang tidak dapat dirasakan puluhan pelajar SD Negeri No. 044831 Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran.

Ibarat pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga” begitulah yang dialami generasi penerus bangsa ini. Amatan di lapangan, selasa (1/7) para pelajar yang masih usia belia, tampak kebingungan melihat kondisi tenda darurat yang selama ini mereka gunakan untuk aktivitas belajar – mengajar roboh diterpa angin kencang.

Diketahui, para pelajar yang sebelumnya bersekolah di SD Negeri Gung Pinto ini terpaksa diungsikan ke tenda darurat pasca gempa bumi 5,6 Skala Richter (SR) yang mengguncang sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada Senin (16/1/2017) lalu.

Kala itu, puluhan rumah di sekitar Kecamatan Naman Teran mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk SD Negeri Gung Pinto.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kepala Sekolah SD tersebut, Heriani br Sembiring, kondisi rusaknya tenda darurat tersebut sudah terjadi sejak sebulan lalu, sebelum libur sekolah.

Pada saat itu, katanya, sejumlah bagian tenda sudah koyak. Apabila hujan, air merembes melalui celah – celah yang menyebabkan anak – anak tidak nyaman dan sehat dalam aktivitas bersekolah.

Begitu juga pada saat hari panas terik, kondisi didalam tenda sangat miris. anak – anak terpaksa rela berpanas – panas di dalam tenda untuk mendapatkan pelajaran dari guru – guru mereka.

Belum lagi pada saat Gunung Sinabung meletus, sebagian material debu vulkanik juga kerap masuk kedalam tenda. “Kondisinya sungguh memilukan hati. Sudah beberapa kali diajukan ke pemerintah. Namun sampai sekarang tidak ada tanggapan,”ungkap Heriani.

Lebih lanjut dikatakan, pihak sekolah sudah memberitahukan kondisi sekolahnya kepada Dinas Pendidikan Pemkab Karo, BPBD Karo serta pihak kecamatan setempat. Dirinya juga sudah memenuhi sejumlah administrasi yang dimintakan instansi – instansi tersebut.

Namun hingga saat ini, sampai sekolah tenda darurat SD Negeri No. 044831 Desa Gung Pinto Kecamatan Naman Teran yang menampung 81 siswa telah roboh, belum ada juga tanggapan dari pemerintah.

“Hari ini anak – anak melaksanakan belajar mengajar berpanas – panasan dan terpapar debu tanpa tenda di perladangan warga ini. Kita lihat juga kalau cuaca tidak memungkinkan, aktivitas bersekolah kita hentikan,”kata Heriani.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanail Perangin – angin ketika dikonfirmasi mengatakan, sejak bulan Februari 2017 pihaknya sudah sudah mengusulkan permohonan permintaan tenda ke BNPB. Namun belum ada jawaban.

“Kita tetap upayakan dengan mencari tenda yang sudah pernah dipakai dengan memperbaikinya terlebih dahulu. Saat ini juga sudah ada pihak ketiga yang bersedia membantu untuk membangun sementara,”ujar Natanail Perangin – angin. (Ebp)