Menteri Asal Medan Ini Disebut Terima Uang Korupsi Rp1 M di Ruang Kerjanya

Menteri Asal Medan Ini Disebut Terima Uang Korupsi Rp1 M di Ruang Kerjanya

Foto: Ilustrasi Korupsi e-KTP

Sipayo.com – Salah satu orang Medan yang kini duduk sebagai menteri di Kabinet Kerja, disebut-sebut turut menerima uang korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP) pada tahun anggaran 2011-2012 lalu.

Sosok menteri yang disebut-sebut menerima uang korupsi e-KTP itu adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Uang tersebut diterima Yasonna saat dirinya masih menjadi anggota Komisi II DPR RI bersamaan dengan pembagian untuk fraksi PDI Perjuangan. Dalam surat tuntuntan terdakwa Irman dan Sugiharto, Yasonna menerima dua tahap. Pertama adalah pemberiaan S Haryani.

“Adapun pembagian uang tersebut kepada setiap anggota Komisi II DPR RI dengan cara dibagikan melalui Kapoksi atau yang mewakilinya yakni diberikan kepada Yasonna Laoly atau Arief Wibowo untuk anggota fraksi PDI P yang diberikan langsung di ruangan kerjanya,” kata Jaksa KPK saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (22/6/2017) lalu.

Pembagian yang kedua juga dilakukan dengan cara yang sama. Menurut Jaksa, uang tahap pertama yang diterima Miryam untuk dialirkan ke Komisi II sejumlah 1.200.000.000 Dolar Amerika Serikat yang diterima dari terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto.

Yasonna Laoly adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kabinet Kerja yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 lalu. Ia sebelumnya duduk sebagai anggota DPR RI di Komisi II Pada periode 2004-2009. Pada 2009, dirinya berhasil melenggang ke Senayan ketika berhasil memenangkan pemilihan calon legislatif dari daerah pemilihan I Sumatera Utara.