Pengusaha Nilai Pemindahan Ibu Kota Negara Suatu Kemunduran

Pengusaha Nilai Pemindahan Ibu Kota Negara Suatu Kemunduran

Foto: Ilustrasi Ibu Kota Negara (Int)

Sipayo.com – Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan menuai kritik dari kalangan pengusaha. Upaya pemindahan ibu kota dinilai tidak sesuai dengan perkembangan global saat ini.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdan. Menurutnya, saat ini era digital dan teknologi, informasi yang berkembang dengan sangat cepat, beberapa perusahaan justru melakukan terobosan dengan cara kerja dari rumah dan memilih tak menyewa kantor atau officeless.

“Zamannya internet sekarang ini, berarti kalau mindahin kan mindahin fisik kantor segala macam. Mungkin kalau zaman dulu tahun 1900an mungkin masih masuk akal karena daerahnya masih mudah untuk dilakukan pemindahan. Lah orang sekarang administrasinya model digital semua kok,” ujar Hariyadi, Kamis (6/7/2017)

Hariyadi menambahkan, saat ini negara tengah membutuhkan dana yang sangat besar untuk membangun perekonomian. Menurutnya, pemindahan pusat pemerintahan bukan sumber pertumbuhan ekonomi.

“Ibaratnya begini, bikin project di Australia, di Canberra sama bikin di Sydney, kalau dari kacamata investor, ya pilih Sydneylah. Atau Yangon sama Naypyidaw di Myanmar, emangnya kalau ada dipindahin orang pada mau ramai-ramai ke Naypyidaw? Ya Yangonlah,” jelasnya.

Ia pun meminta pemerintah untuk menjelaskan urgensi pemindahan ibu kota ke Kalimantan. “Kembali lagi nih saya enggak pernah denger niatnya mindahin tuh apa? Dasarnya mau mindahin apa? Alasannya apa? Kan enggak bisa mindahin tanpa alasan yang kuat,” kata Hariyadi.