Pengakuan Johanes Marliem, Obama Terima Uang 3 M dari Proyek e-KTP Untuk Kampanye Pilpres AS

Pengakuan Johanes Marliem, Obama Terima Uang 3 M dari Proyek e-KTP Untuk Kampanye Pilpres AS

Johannes Marliem dan Barack Obama (Johannesmarliem.com)

Sipayo.com – Johannes Marliem, orang yang disebut sebut menjadi saksi kunci mega korupsi proyek e-KTP dikabarkan tewas bunuh diri di rumahnya sendiri, di Los Angeles, Amerika Serikat pada Kamis (10/8) waktu setempat.

baca juga: Saksi Kunci Kasus Korupsi Proyek e-KTP, Johannes Marliem Bunuh Diri

Keterlibatan Johanes Marliem dalam skandal korupsi proyek e-KTP berawal saat perusahaan miliknya diketahui keluar sebagai pemenang tender penyedia teknologi biometrik.

Johanes mengakui, dia memiliki rekaman pembicaraan dengan Setya Novanto yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus e-KTP ini. Rekaman yang ada pada Johannes ini dianggap menjadi alat bukti kuat untuk menjerat Ketua DPR RI tersebut.

Nama Johannes Marliem pada medio 2013 lalu sempat menjadi pembicaraan hangat di Amerika Serikat. Kala itu sang pemilik perusahaan Marliem Marketing Grup ini diketahui menjadi salah satu donatur kampanye Presiden Barack Obama kala untuk pencalonannya yang kedua kalinya.

Johannes Marliem diketahui menjadi peyumbang dana terbesar ketiga untuk kampanye Obama saat itu, hanya kalah dari sumbangan dari perusahaan minyak ExxonMobi dan Alida Messinger.

Johannes Marliem kala itu menyumbang dana sebesar 225 ribu dollar Amerika Serikat atau setara dengan 3 miliar rupiah untuk kampanye Presiden Obama.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media di Amerika Serikat, Johannes mengakui sumbangan yang dia berikan untuk kampanye dari obama tersebut dia dapatkan dari proyek e-KTP di Indonesia. Kepada media, Johannes mengungkapkan mendapatkan nilai proyek fantastis sebesar 600 juta dollar atau setara dengan 8 triliun rupiah untuk proyek ini.

Sebelumnya KPK telah memeriksa pengusaha asal Amerika Serikat ini sebanyak 2 kali terkait dengan korupsi proyek e-KTP. Pemeriksaan pertama berlangsung di Singapura pada medio Februari 2017 lalu dan pemeriksaan kedua di Amerika Serikat pada medio Juli lalu.

KPK sendiri memastikan walaupun Johannes Marliem sudah meninggal dunia, penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP ini tidak akan berhenti karena KPK mengklaim mendapatkan bukti yang kuat.