Warga Korban Gusuran PT KAI di Belawan Kesulitan Dapat Rumah

Warga Korban Gusuran PT KAI di Belawan Kesulitan Dapat Rumah

Ilustrasi penggusuran (int)

Sipayo.com – Setelah PT KAI mengeluarkan surat edaran untuk pengosongan rumah dan lahan kepada warga yang tinggal dikawasan pinggiran rel kereta api di Jalan Stasiun, Kelurahan Belewan pada pertengah Agustus lalu membuat warga mulai bergegas merubuhkan rumah dan menyelamatkan sisa barang yang masih dapat digunakan.

Sejumlah warga mengakui menyesalkan terlalu terburu-burunya PT KAI memberikan waktu untuk pengosongan lahan tersebut sehingga warga kesulitan mendapatkan tempat tinggal dan lokasi baru yang akan mereka huni.

Salah seorang ibu rumah tangga, Nining Yati mengatakan lokasi yang digusur PT KAI merupakan tempat tinggal dan sumber rezeki baginya. Pasca digusur, dia mengaku kehilangan tempat tinggal dan pemasukkan sementara itu biaya ganti rugi yang diberikan PT KAI tidak setimpal dengan biaya jaga malam dan pembongkaran bangunan miliknya.

Senada dengan Nining, Sri Yana juga mengatakan sedang dilanda kebingungan dan berharap PT KAI memberikan tenggat waktu yang lebih lama agar mereka dapat berbenah dan membangun rumah baru.

Pasca PT KAI menyebarkan surat edaran pengosongan rumah yang kedua, sebagian warga mulai membersihkan bangunan dan membawa barang berharga kerumah kerabat. Sementara sebagain warga masih bersikeras untuk tetap tinggal dilahan yang diklaim milik PT KAi tersebut.