Kajatisu Incar Dalang Kasus Siswa Gaib di Medan

Kajatisu Incar Dalang Kasus Siswa Gaib di Medan

SMA Negeri  2 Medan

Sipayo.com – Penerimaan siswa baru di 2 sekolah favorit di Kota Medan, SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan yang menuai permasalahan pasca menerima siswa melalui jalur yang tidak resmi.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dikabar akan segera melakukan penyelidikan kasus ini terkait dengan kasus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang menjadi perhatian masyarakat sumatera utara ini.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengungkapkan penerimaan siswa yang dilakukan di 2 SMA favorit dikota Medan dilakukan secara ilegal atau bertentangan dengan jalur PPDB Online yang telah ditentukan pemerintah.

Oleh karena itu Kejati Sumut rencananya akan segera melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Terlebih sejumlah orangtua siswa mengaku dimintai sejumlah uang oleh pihak sekolah senilai 7-10 juta rupiah agar anaknya dapat menimba ilmu di kedua sekolah tersebut.

“Kejati Sumut meminta kepada para orangtua siswa yang mengetahui peyimpangan dalam penerimaan siswa, segera melapor kasus tersebut kepada intitusi hukum, untuk dilakukan penyelidikan,” ungkap Sumanggar.

Sebelumnya Sumanggar juga mengungkapkan bahwa Ombdusman Sumut juga telah melaporkan temua mereka terkait dengan penerimaan siswa siluman di 2 SMA Negeri di Kota Medan ini.

Baru-baru ini kota Medan dihebohkan dengan temuan Ombdusman Sumut yang mengungkapkan bahwa SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan melakukan penerimaan siswa secara ilegal tanpa melalui jalur yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Sumatera Utara.

Menurut Ombdusman Sumut, SMA Negeri 2 Medan menerima siswa gelap sebanyak 180 orang dan SMA negeri 13 menerima sebanyak 72 siswa tanpa melalui jalur yang resmi.