Kericuhan Terjadi di Pengadilan Negeri Medan

Kericuhan Terjadi di Pengadilan Negeri Medan

Foto: Ilustrasi Pengadilan

Sipayo.com – Keluarga terdakwa kasus perjudian, terlibat kericuhan dengan jaksa penuntut umum, Dipengadilan Negeri Medan, karena merasa keberatan dilarang menangis diruangan pengadilan, dengan alasan mengganggu persidangan.

Keributan antara keluarga terdakwa kasus perjudian, dengan jaksa, rabu sore, berlangsung Dipengadilan Negeri Medan. Kericuhan ini bermula saat lima terdakwa kasus permainan ketangkasan yang hendak masuk ke ruang sidang, disambut tangis histeris keluarga yang dari pagi hingga petang menunggu kedatangan terdakwa.

Merasa terganggu dengan tangis histeris keluarga, seorang jaksa di persidangan marah dan melarang keluarga terdakwa menangis diruang sidang. Merasa keberatan mendapat larangan, keluarga terdakwa akhirnya menyerang jaksa wanita ini, hingga adu mulut dan saling kejarpun tidak dapat dihindari.

Sebelumnya ke lima terdakwa kasus permainan ketangkasan yang ditangkap Polda Sumut pada 4 Juni 2017 lalu di toko permainan ketangkasan di Desa Pon Dusun III Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai.

Namu belakangan, permohonan praperadilannya dikabulkan oleh hakim tunggal PN Lubuk Pakam, karena menilai permainan yang di sajikan bukan bersifat judi, tapi berbentuk hiburan dengan hadiah rice koker, rokok dan barang elektronik lainnya. Bahkan permainan ini memiliki izin dari Pemda Setempat dan berlangsung ditempat terbuka yakni Pasar Malam.

Namun baru beberapa menit keluar dari tahanan, pihak Polda Sumut kembali menangkap ke limanya dengan alasan ada novum baru ditahun 2016 lalu, dan memaksakan kasus ini naik ke PN Medan. Padahal kelima terdakwa terdiri dari pemain dan petugas kasir baru bekerja ditahun 2017.