Pasien Diduga Kerap Disiksa, Keluarga Pasien Rehabilitasi di Nias Mengamuk

Pasien Diduga Kerap Disiksa, Keluarga Pasien Rehabilitasi di Nias Mengamuk

Foto: Ilustrasi Pasien Rehabilitasi 

Sipayo.com – Diduga sering mendapat penyiksaan, sejumlah keluarga pasien mendatangi Yayasan Rehabilitasi Pemulihan Kasih Bangsa Nias. Keluarga pasien Junifan Harefa, menemukan sejumlah bekas luka yang di duga merupakan korban penyiksaan.

Tidak terima melihat kondisi Junifan Harefa, pasien yang dititipkan, di Yayasan Pemulihan Kasih Bangsa mengalami gangguan mental, sejumlah keluarga mengamuk dan membawa pasien tersebut pulang.

Sejumlah bekas luka dan lebam di temukan di sejumlah tubuh pasien. Bahkan bekas luka, di leher yang diduga bekas lilitan tali.

Empat bulan lalu, keluarga Junifan menitipkannya, di rehabilitasi agar dapat sembuh, dengan perjanjian harus membayar sejumlah uang tiap bulannya. Namun kondisi pasien semakin memburuk. Tidak terima dengan kondisi tersebut, Junifan di bawa pulang secara paksa oleh pihak keluarga, dan mereka berencana akan membawa Junifan ke rumah sakit umum, untuk dilakukan visum.

Sementara itu, pimpinan Yayasan Rehabilitasi Pemulihan Kasih Bangsa, membantah telah melakukan penganiayaan terhadap pasien. Namun tidak dipungkiri bekas luka, di tubuh Junifan Harefa, karena perkelahian antar pasien, di dalam kamar rehabilitasi.

Sebelumnya pihak yayasan memungut biaya kepada keluarga satu juta tiap bulannya, dan biaya pertama sebesar dua juta rupiah, yang digunakan untuk biaya pengobatan pasien, namun hal tersebut di duga hanya penipuan.