Alamak! Terpidana Mati Kembali Diadili Dalam Kasus Narkoba di Pengadilan Negeri Medan

Alamak! Terpidana Mati Kembali Diadili Dalam Kasus Narkoba di Pengadilan Negeri Medan

Foto: Persidangan di Pengadilan Negeri Medan

Sipayo.com.com – Ayau, seorang terpidana mati kasus narkoba kembali diadili dalam kasus yang sama, karena dinilai terbukti mengendalikan peredaran narkoba dari balik tahanan lembaga pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan. Namun, dalam persidangan kali ini, terpidana hanya dijatuhi hukuman nihil, karena menurut hakim, hukuman kasus sebelumnya sudah diluar batas maksimal, yakni hukuman mati.

Tak jera divonis mati pada Juni 2016 lalu, terpidana kasus pengedaran narkoba seberat 270 kg, kembali terjerat kasus yang sama. Namun kali ini, posisi terpidana bukanlah pengedar, melainkan sebagai pengendali peredaran narkoba dari bali jeruji besi, lembaga pemasyarakatan.

Dalam sidang yang digelar, Selasa (10/9/2017) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan terlibat dalam pengendalian narkoba seberat 8 kilogram.

Namun Hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Achmad Sayuti dalam perkara ini hanya menjatuhi hukuman nihil kepada terpidana, dengan pertimbangan hukuman yang sebelumnya dijatuhkan terhadap terdakwa telah melampaui batas maksimal, yakni hukuman mati. Namun Jaksa Penuntut Umum menyatakan banding, atas putusan Hakim.

Kasus ini terungkap saat petugas Badan Narkotika Nasional meringkus komplotan Ayau dengan barang bukti delapan kilogram sabu di depan kompleks Masjid Raya Medan pada 12 Januari 2017 lalu. Setelah dilakukan pengembangan, tersangka mengaku diperintah oleh empat narapidana kasus narkoba yang sedang mendekam di Lapas Tanjung Gusta Medan, salah seorang di antara terpidana mati bernama Ayau.