Kasus Korupsi Revitalisasi, Pejabat Distarukim Divonis 15 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Revitalisasi, Pejabat Distarukim Divonis 15 Tahun Penjara

Foto: Ilustrasi Korupsi

Sipayo.com – Sidang lanjutan kasus korupsi revitalisasi Terminal Amplas Medan, senilai lima miliar rupiah, kembali digelar majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi, Tipikor, di Pengadilan Negeri Medan. Dalam agenda sidang kali ini, majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap ketiga terdakwa.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim pada senin siang, sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum, Rehulina Purba yang meminta agar ketiganya di hukum selama satu tahun tiga bulan penjara.

Namun khusus terdakwa Tiurma Pangaribuan, selaku rekanan, putusan hakim untuk membayar uang pengganti sebanyak tiga ratus juta rupiah, jauh lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang meminta agar terdakwa membayar sisa pengganti kerugian negara, sebesar tujuh puluh lima juta.

Kasus ini berawal dari adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek revitalisasi terminal terbesar, di Kota Medan, penyidik menemukan enam item pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, dan dinilai melenceng dari kesepakatan.

Keenam item volume pekerjaan yang di maksud yakni, Area pengerasan lahan, Pekerjaan overlay pekerjaan lama, peningkatan utilitas pemasangan pada bagian instalasi jet pump, drainase pada normalisasi saluran lama, perbaikan saluran pada pembuatan penutup drainase, serta pembuatan kanopi area drop off mpu pada pengecoran kolom.

Adapun kerugian negara yang ditafsir, dari korupsi proyek pembangunan revitalisasi terminal terpadu amplas berdasarkan perhitungan, dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP, yakni sebesar empat ratus sembilan puluh satu juta rupiah. (I.G.S)