KPK Periksa Bupati Konawe Utara, Terkait kasus Korupsi Rp 2,7 Triliun

KPK Periksa Bupati Konawe Utara, Terkait kasus Korupsi Rp 2,7 Triliun

Foto: Gedung KPK 

Sipayo.com – Bupati Konawe Utara Ruksamin diperiksa penyidik KPK terkait kasus korupsi izin pertambangan, Ruksamin juga diperiksa Penyidik PKP untuk Tersangka Aswad Sulaiman.

Ruksamin diperiksa sebagai saksi, pemeriksaan dilakukan di Polda Sulawesi Tenggara.

“Hari ini KPK memanggil Bupati Konawe Ruksamin terkait dengan kebutuhan permintaan keterangan tentang dokumen perizinan tambang yang sebelumnya diterbitkan tersangka,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (9/10/2017).

KPK sebelumnya menetapkan Aswad terkait kasus Korupsi. Ketika posisinya sebagai Penjabat Bupati Konawe Utara, Aswad mempergunakan posisinya untuk memperkaya diri sendiri dan menyalah gunakan kewenangan sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.

Saut Situmorang Wakil Ketua KPK, menyebut, tindak pidana korupsi yang dilakukan Aswad berkaitan dengan izin eksplorasi, izin usaha pertambangan, dan izin operasi produksi di Konawe Utara. Tindak pidana yang disangkakan pada Aswad diduga berlangsung pada 2007 sampai 2009.

“ASW diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi, melawan hukum, yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan,” ucap Saut di Kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/10).

Atas perbuatannya, Aswad disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.