Petani Kendari Asuransikan Kebun Jagung Untuk Antisipasi Gagal Panen

Petani Kendari Asuransikan Kebun Jagung Untuk Antisipasi Gagal Panen

Foto: Jagung

Sipayo.com – Terhimpun dalam Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), petani jagung di Kendari, Sulawesi Tenggara, mengasurnsikan kebun jagung milik mereka ke PT Asuransi Jasindo (Persero). Langkah kemitraan antara kelompok tani dengan BUMN perasuransian ini dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen jagung milik mereka.

Salah satu koordinator Gempita Sultra, Rustam Mengatakan, petani jagung ini sangat tinggi resiko gagal panen, maka dari itu perlu antisipasi melalui asuransi.

“PT Jasindo adalah asuransi milik negara. Gempita yang mengorganisir petani untuk menanam jagung, juga mendapat dukungan penuh pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertanian,” kata Rustam di Kendari, Sabtu (11/11).

Menurutnya, premi asuransi yang harus dibayarkan setiap peserta Rp180 ribu per hektare. “Itu pun disubsidi pemerintah sebesar Rp 144 ribu per hektare, sehingga petani atau penggarap lahan hanya berkewajiban membayar Rp 36 ribu per hektare setiap musim tanam,” lanjutnya

Dalam mengadakan asuransi ini, petani akan menerima pertanggung kerugian jika terjadi gagal panen, yakni, sebesar Rp 9.000.000,- per hektarya. Namun Rustam menilai, angka ini tidaklah besar bagi petani, tapi ini dapat membantu petani jika mengalami gagal panen, dan uang tersebut bisa digunakan untuk modal kembali.

Penyebab kejadian gagal panen jagung ini biasanya diakibatkan seperti cuaca ekstrim, kemarau panjang, bencana alam, banjir dan angin puting beliung.

Akibat kemarau panjang Rustam mencontohkan, Puluhan hektar tanaman jagung milik petani anggota Gempita di Kabupaten Konawe Selatan gagal panen.

“Jika lahan tanaman jagung yang gagal panen diasuransikan maka petani dapat tertolong untuk modal pengadaan bibit dan pupuk menghadapi musim tanam berikutnya,” katanya.