Presiden Jokowi Tak Puas Meski Peringkat Kemudahan Berbisnis RI di Posisi 72

Presiden Jokowi Tak Puas Meski Peringkat Kemudahan Berbisnis RI di Posisi 72

Foto : Presiden Joko widodo

Sipayo.com – Presiden Joko Widodo menilai kenaikan peringkat Indonesia dalam kemudahan berbisnis (Easy of Doing Business/EODB) 2018 menjadi di posisi 72 cukup positif. Menurut dia, posisi Indonesia terus meningkat, dari tiga tahun sebelumnya di posisi 120.

Namun, Jokowi tidak puas dengan hasil tersebut. Dia mengaku sudah meminta Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution agar posisi Indonesia tahun depan bisa mencapai 50 besar.

“Saya tetap ngomong ke Menko enggak mau hanya 72, tahun depan paling tidak 50, tahun depannya lagi baru masuk ke target yang saya berikan 40,” kata Jokowi di Muara Gembong, Bekasi, Rabu (1/11).

Untuk mencapai target tersebut, Jokowi mengatakan harus dilakukan pembenahan total, reformasi dalam perizinan yang kerap menjadi persoalan. Selain itu, persoalan listrik, properti dan lainnya harus segera dibenahi agar Indonesia bisa bersaing.

“Sehingga semua usaha, baik usaha kecil, usaha mikro, usaha gede, semuanya dimudahkan dalam perizinan kalau mereka ingin membuka usaha dan memperluas usaha. Karena dari situlah nanti ada rekruitment tenaga kerja, pembukaan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo A. Chaves, mengatakan kenaikan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia didorong percepatan laju reformasi. Dia memuji tekad pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha di Indonesia.

Kenaikan peringkat ini membuat Indonesia berhasil menyalip China yang masih bertengger di posisi 78. Adapun posisi pertama negara dengan kemudahan berusaha terbaik masih ditempati New Zeland dan di posisi kedua adalah Singapura.