Astaga! Dikira Musang, Pemburu Ini Justru Tembak Temannya Sendiri

Astaga! Dikira Musang, Pemburu Ini Justru Tembak Temannya Sendiri

Foto: Ilustrasi Pemburu

Sipayo.com – Warga Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Bali, mendadak geger. Pasalnya, seorang warga setempat bernama Dewa Ketut Sukerta (46) tanpa sengaja menembak rekannya sendiri saat berburu musang, Minggu (10/12/2017) kemarin. Akibat peristiwa tersebut, Kadek Sudayasa (36), tewas dengan bersimbah darah.

Kejadian tersebut bermula, saat Ketut Sukerta dan Kadek Sudayasa, bersama empat orang rekan lainnya menyiapkan perlengkapan berburu di rumah saksi bernama Wayan Sudana. Mereka yang dikenal kerap berburu ini, masing-masing membawa senapang angin.

Saat berangkat berburu, tempat pertama yang dituju adalah Banjar Bedha. Lantaran di lokasi tersebut tidak dapat buruan, akhirnya mereka sepakat berpindah tempat ke daerah Banjar Bongan Kauh.

Setelah sekian lama berkeliling, namun buruan tak urung ditemukan. Akhirnya para pemburu ini pun kembali berpindah tempat ke arah selatan, tepatnya di kuburan Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken.

Di tempat tersebut mereka bersepakat untuk berpencar. Ketut Sukerta yang mengaku saat itu samar-samar melihat ada pergerakan, tanpa pikir panjang langsung mengokang senjatanya, dan melesatkan tembakan.

Justru dia mendengar teriakan, saat dihampiri ternyata ia melihat Sudayasa temannya sendiri tergeletak dengan luka pada bagian leher kanan.

Selanjutnya pelaku bersama Wayan Sudana dan saksi lainnya, Wayan Murjana, serta teman lainnya membawa korban ke Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi kejadian.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, korban dinyatakan dalam kondisi tidak bernyawa. Terdapat luka terbuka dengan lebar 0,5 cm pada bagian leher sebelah kanan.

“Saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi dan menunggu hasil autopsi dari forensik RSUP Sanglah untuk mengetahui penyebab kematian korban,” kata Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja.

Ditambahkan, untuk pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan mendalam. “Jika cukup bukti dan memenuhi unsur pasal yang dilanggar, tentu kita lakukan penahanan terhadap pelaku (Sukerta),” Pungkasnya.

Dari kejadian tersebut diamankan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin merek Maroder yang telah dimodifikasi, 25 butir peluru merek Hercules dan dua buah magasen senapan angin.