Diisukan akan Jabat Sebagai Mensos, Ini Tanggapan Idrus Marham

Diisukan akan Jabat Sebagai Mensos, Ini Tanggapan Idrus Marham

Foto: Idrus Marham

Sipayo.com – Sekjen Partai Golkar Idrus Marham disebut masuk Kabinet Kerja Joko Widodo – Jusuf Kalla, setelah Airlangga Hartarto terpilih jadi Ketua Umum Golkar menggantikan nama Setya Novanto. Idrus disebut-sebut akan diplot menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang maju di Pilkada Jawa Timur.

Posisi Sekjen Golkar yang ditinggalkan Idrus disebutkan pula akan ditempati oleh Letjen (Purn) Eko Wiratmoko.

Menanggapi isu yang beredar, Idrus mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan pada partai. Baginya, jabatan adalah sebuah panggilan untuk mengabdi pada rakyat. Dia pun tak mau meributkan soal posisi tersebut.

“Dari awal saya katakan begini, partai itu sebuah panggilan dan ideologi, di mana pun posisi kita itu tidak masalah. Sama seperti di partai juga tidak harus menjadi ketua umum, tidak harus menjadi Sekjen,” katanya di DPP Golkar, Slipi, Selasa (26/12).

Dia lalu mencontohkan, pada awal 2011, mundur menjadi anggota DPR dan pencalegan pada tahun 2014. Selanjutnya, kata Idrus, untuk posisi-posisi lain diserahkan sepenuhnya pada partai.

“Bagaimana partai melihat kader-kader yang ada. Saya punya keyakinan tugas sebuah kader itu telah menunjukan prestasi dan pemikiran dan gagasannya dapat dilaksanakan untuk kepentingan rakyat dan kemajuan partai,” tuturnya.

Berarti Anda sudah siap jika diberi mandat oleh partai? “Bukan, serahkan semua pada partai itu jawaban saya, ini walaupun jawaban klise tetapi semenjak tahun 2009 ini jawaban saya,” jawabnya.

Idrus mengaku berproses sebagai kader dari bawah dengan mengikuti dinamika-dinamika di partai. Untuk pos Sekjen pun dia meyakini ketua umum punya pertimbangan menempatkan kader terbaik.

“Mandat diberikan pada Airlangga untuk melakukan kajian, untuk memilih dan memilah siapa-siapa yang ingin dipilih,” tandasnya.