Ini Fakta Baru yang Dibeberkan Sang Ibu Terkait Tewasnya Deli Cinta Sihombing Ditangan Teman Kencan

Ini Fakta Baru yang Dibeberkan Sang Ibu Terkait Tewasnya Deli Cinta Sihombing Ditangan Teman Kencan

Foto: Deli Cinta Sihombing

Sipayo.com-Pihak keluarga Deli Cinta Sihombing (28) sampai sekarang belum bisa menerima kepergiannya. Diketahaui, Deli meninggal secara tragis di rumahnya di kawasan Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau. Ibu muda ini ditemukan tewas dalam posisi terikat.

“Kami belum percaya sepenuhnya apa yang dikatakan pelaku yang tega membunuh anak saya Delita Sihombing, secara sadis,” kata Dorel Silalahi, ibu kandung dari Deli Cinta Sihombing, Selasa (26/12/2017).

Dorel menceritakan, sebelum kejadian, tepatnya hari Selasa (19/12/2017), Deli pulang dari rumahnya sekitar pukul 23.00WIB. “Sebelumnya anak saya, pernah cerita bahwa kunci rumahnya hilang satu. Tidak tahu siapa yang ambil,” kata Dorel.

Dengan adanya banyak pemberitaan bahwa yang membunuh anaknya adalah seorang lelaki pemuas nafsu, Dorel masih belum percaya sepenuhnya.

“Saya masih belum percaya soalnya kunci mereka juga hilang. Yang ada dipikiran saya itu, yang bunuh anak saya itu sudah lebih dahulu masuk ke rumahnya. Begitu anak saya pulang langsung kepalanya di ketuk dan lemas anak saya diikat,” katanya.

Setelah dua hari melarikan diri, akhirnya Dedi Pebrianto, tersangka pembunuhan ibu muda Deli Cinta Sihombing (32) diamankan Polisi saat bekerja sebagai Bartender di salah satu Cafe yang ada di kawasan Batam Centre.

Selain sebagai Bartender, Dedi ternyata juga seorang gigolo dengan tarif bayaran tinggi. Hal itu diungkapkan pelaku kepada penyidik di Mapolresta Barelang.

“Untuk sekali kencan dengan pelaku ini memasang tarif Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta,” kata seorang penyidik.

Diduga ini menjadi penyebab, pelaku geram ketika apa yang diberikanya kepada korban tidak dihargai apa-apa. Pelaku bahkan mengaku dua kali melayani korban.

Awal mulanya, Dedi melayani korban disebuah hotel di Nagoya. Pertama kali memberikan jasa, Dedi mengaku tidak dibayar korban.

Kedua kalinya, pelaku kembali mengikuti keinginan korban melayaninya. Kali ini Korban sengaja menjemput pelaku menggunakan mobilnya Rabu 20 Desember 2017. Mereka langsung ke rumah korban di kawasan Tanjunguncang.

“Katanya tidak dibayar, pelaku ini marah dan akhirnya membunuh korban dengan cara membekap,” kata Kapolreata Barelang Kombes Pol Hengki.

Setelah ditangkap, pria ini langsung digelandang ke kos-kosannya di kawasan Windsor, Lubukbaja untuk mencari sejumlah bukti. Polisi mengamankan sejumlah barang-barang milik korban, yakni televisi LED 32 inch serta mobil korban, Daihatsu Terios.

Hasil otopsi pembunuhan terhadap Deli Cinta Sihombing sudah dikeluarkan oleh tim forensik RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau. Dari hasil keterangan pihak rumah sakit, korban tewas setelah dicekik atau dibekap paksa oleh pelaku.

“Hasil otopsi sudah kita terima. Diketahui kalau korban tewas kehabisan nafas setelah di bekap oleh pelaku,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Jumat (22/12/2017).

Selain itu, ada retak di bagian tulang leher korban. “Tulang leher korban retak dan itu akibat dibekap dan dicekik menggunakan tangan,” ungkapnya lagi.