Intensitas Hujan Tinggi, Jalan Nasional Medan – Berastagi Rawan Longsor

Intensitas Hujan Tinggi, Jalan Nasional Medan – Berastagi Rawan Longsor

Foto: Jalan Nasional Medan – Berastagi 

Sipayo.com – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi, mengakibatkan jalan nasonal Medan – Berastagi rawan longsor, apalagi tekstur tanah di daerah ini tidak terlalu padat, sehingga mudah turun dan tergerus. Ditambah lagi kondisi tebing dan jurang dengan kemiringan yang curam.

Selain itu, tiang listrik dan pohon dapat tumbang sewaktu-waktu akibat gerusan tanah disebabkan air. Dengan kondisi ini, Kementerian PU Wilayah Sumatera Utara, dan pihak Pemprovsu diminta, agar menempatkan alat berat di lokasi rawan longsor, mengingat jalur Medan – Berastagi akan semakin sibuk dengan lalu lalang kenderaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

Demikian pula halnya, masyarakat yang melintas dihimbau untuk selalu waspada menghadapi longsor di musim penghujan.

Masyarakat yang bermukim di daerah-daerah rawan longsor, seperti di lereng-lereng perbukitan, lingkar Sinabung, di tebing dan bantaran sungai dan lainnya untuk selalu waspada, termasuk ancaman banjir lahar dingin Sinabung, maupun potensi bencana lainnya.

Pihak BPBD Kabupaten Karo diminta memetakan daerah rawan longsor di Kabupaten Karo. Bersama Dinas PUPR Kabupaten Karo diminta bersinergi mendeteksi dini rawan longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Karo. Ada beberapa titik rawan longsor dan banjir di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Karo, yang perlu segera diantisipasi.

Desakan dari masyarakat Kabupaten Karo, percepatan pembangunan jalan alternatif Karo-Langkat segera dilakukan. Pembangunan dipercepat, mengingat selama ini jalan satu-satunya dari Medan menuju Berastagi dianggap sudah tidak efektif dan tidak mampu menampung jumlah kendaraan, apalagi jelang natalan dan libur pergantian tahun, volume pemakai jalan akan meningkat tajam.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemacetan parah dan panjang berkilo meter dari kedua arah tidak akan terhindarkan,” ujar Sembiring, seorang warga Karo, yang diwawancarai sipayo.com, Senin (11/12/2017).

Karena itu, dia mengharapkan pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mempercepat peningkatan pembangunan jalan alternatif Karo- Langkat yang disetujui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, selama tiga hari ke depan sebagian wilayah Indonesia berpotensi cuaca ekstrem. Sebagian daerah Indonesia yang akan terkena cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi laut.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I memprakirakan, selama sepekan ke depan wilayah Sumut masih berpotensi diguyur hujan yang dapat memicu terjadi banjir dan longsor sehingga patut diwaspadai.

Menurut BBMKG Wilayah I, curah hujan ini disebabkan kondisi wilayah Sumut saat ini dipengaruhi ada gangguan cuaca berupa tekanan rendah di sebelah utara perairan Aceh dan terjadi sirkulasi di sekitar Selat Karimata, sehingga ada daerah kumpulan angin di sekitar wilayah Sumut.

“Hal ini menyebabkan wilayah Sumut berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore hingga dini hari,” kata Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Syahnan.