Kementerian Keuangan Yakin Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Dapat Tercapai

Kementerian Keuangan Yakin Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Dapat Tercapai

Foto: Ilustrasi

Sipayo.com – Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 sebesar 5,4 persen diyakini oleh Badan Fiskal Kementerian Keuangan masih dapat dicapai bila tidak terjadi pergolakan geopolitik yang terlalu masif.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Kebijakan Ekonomo Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adriyanto dalam pemparannya di Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/12/2017).

“Pertumbuhan 5,4 persen adalah angkat yang archievable melihat perkembangan saat ini, dengan asumsi tidak terjadi geopolitik yang sangat frontal dan masif,” ujar Adriyanto.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2018 bisa terpengaruh oleh kinerja ekspor yang membaik sepanjang tahun 2017, serta tidak terlalu berpengaruh atas isu proteksionnisme yang sempat berhembus pada awal Presiden AS Donal Trump menjabat.

Walau demikian, isu proteksionisme masih tetap diantisipasi karena masih mernjadi bahasan utama perdagangan internasional dan mempengaruhi perdagangan China, yang saat ini merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.

“Kalau terjadi sesuatu di AS, perdagangan perlu diperhatikan, terutama perdagangan antara AS dengan China. Dampaknya ke Indonesia memang tidak terasa langsung, tapi China adalah partner utama kita dalam perdagangan,” ujarnya.

Selain itu, kontribusi pertumbuhan ekonomi pada 2018 bisa berasal dari sektor investasi yang tercatat mulai tumbuh di 2017 dan terus memberikan dampak seiring dengan membaiknya persepsi investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Beberapa sumber investasi tersebut antara lain belanja modal BUMN serta investasi di pasar modal dan non perbankan lainnya seperti dari penerbitan obligasi ritel yang bisa memperkuat struktur pasar keuangan dan meningkatkan investasi dalam negeri.

“Kita juga harapkan penerbitan paket kebijakan hingga 16 jilid untuk perizinan bisa ikut mendorong investasi tumbuh pada 2018,” tambah Adriyanto.

Namun, hal terpenting lainnya yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan terus menjaga keyakinan investor terhadap kondisi ekonomi domestik melalui perbaikan fundamental ekonomi agar tidak goyah dalam menghadapi tekanan global.

“Pemerintah bisa terus menjaga keyakinan bahwa reformasi yang dilakukan bisa menjadi modal sehingga kondisi pasar keuangan bisa semakin baik dan memberikan kepercayaan untuk mendorong investasi yang sifatnya tidak konvensional lebih luas,” ujar Adriyanto.

Secara keseluruhan, proyeksi pertumbuhan 5,4 persen ini dipengaruhi oleh kondisi pertumbuhan ekonomi pada 2017 yang diperkirakan mencapai 5,1 persen-5,2 persen, meski hingga triwulan III-2017, ekonomi Indonesia baru tercatat tumbuh akumulatif 5,03 persen.