KPK Periksa Boediono Sebagai Saksi Dalam Kasus BLBI

KPK Periksa Boediono Sebagai Saksi Dalam Kasus BLBI

Foto: Boediono

Sipayo.com – Mantan Wakil Presiden Ri ke-11 Boediono menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (28/11/2017) pagi. Kedatangan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) di era Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut adalah dalam rangka pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) beberapa obligator Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“(Diperiksa sebagai) saksi sewaktu beliau Menkeu saat peristiwa itu terjadi,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo mengonfirmasi kedatangan Boediono kepada wartawan, Kamis (28/11/2017).

Terkait penyelidikan SKL BLBI ini, KPK pernah meminta keterangan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Kwik Kian Gie.

Adapun Kwik pernah mengatakan bahwa semua mantan pejabat di bidang ekonomi mengetahui persis kebijakan BLBI, termasuk penandatanganan Master of Settlement and Acquisition Agreement (MSAA) selaku mekanisme penyelesaian utang BLBI para obligor.

Selain nama Bambang, Kwik menyebut mantan Menkeu Boediono. Untuk Bambang, Kwik mengatakan bahwa dia punya peran dalam kasus BLBI karena ikut membidangi pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Mekanisme penerbitan SKL ini sendiri dikeluarkan BPPN berdasarkan Inpres Nomor 8 Tahun 2002 saat kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri yang mendapat masukan dari mantan Menteri Keuangan Boediono, Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dan Laksamana Sukardi.