Meski Gunung Agung Bergejolak, Bali Masih Jadi Tujuan Utama Traveller Australia

Meski Gunung Agung Bergejolak, Bali Masih Jadi Tujuan Utama Traveller Australia

Foto: Bali

Sipayo.com – Meski Gunung Agung masih aktif, Bali terus menjadi tujuan wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia. Sebagian wisatawan bahkan sudah menganggap Pulau Dewata sebagai rumah kedua.

“Australia masih merupakan pasar pariwisata Indonesia yang luar biasa karena 90 persen perjalanan masyarakat Australia itu ke Bali,” kata Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Melbourne Emil Hardy Ridwan, di Melbourne, Senin, 11 Desember 2017.

Ia menambahkan, Tiga besar tujuan bepergian masyarakat Australia adalah Selandia baru, Bali, dan Amerika Serikat. Namun, untuk tujuan Selandia Baru, kata dia, sebagian besar untuk kepentingan kunjungan keluarga dan relasi (visiting family and relatives tourism).

“Jadi, untuk tujuan wisata, Bali masih menjadi favorit utama mereka,” ujarnya.

Akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung, bahkan saat Bandara Ngaruh Rai, Bali, sempat ditutup pada 6-7 Desember 2017 lalu, Wisma Australia tidak merasa khawatir. “Terutama mereka yang muda-mudi, independent traveller, mereka cuek. Meskipun untuk yang segmen yang sudah keluarga banyak yang menahan diri dan sementara tidak ke Bali,” tutur Emil.

Emil menyebut, ketika maskapai yang berbasis di Melbourne, Jetstar, menambah frekuensi penerbangan ke Denpasar dari tujuh kali sepekan menjadi 12 sepekan pada siang hari, permintaan masih sangat tinggi, sehingga mereka ingin terus menambah frekuensi penerbangan dari Melbourne dan Sydney.

“Namun kapasitas bandara di Bali tidak mampu memenuhi demand yang tinggi tersebut,” katanya.

Emil mengatakan Australia merupakan potensi pasar yang besar dan harus terus dipertahankan. Indonesia menargetkan menjaring 1,8 juta wisman asal Negeri Kanguru itu sampai tutup tahun ini.