Panitia Dituding Tak Profesional, Pilkades Deliserdang Ricuh

Panitia Dituding Tak Profesional, Pilkades Deliserdang Ricuh

Foto: Pilkades Deliserdang 

Sipayo.com – Pemilihan Kepala Desa Lengau Seprang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, rabu siang ricuh. Ratusan massa peserta pemilih nyaris menghakimi pihak panitia penyelanggara pemilihan karena warga menganggap panitia tidak profesional, dalam melaksanakan tugasnya.

Kericuhan tersebut terjadi pada saat proses pencoblosan terhadap 3 kandidat calon Kepala Desa masing-masing, Sulaiman, atau Petahana, Suheriyanto dan Nurul Amri. Kericuhan ini terhenti, setelah puluhan personil petugas TNI dan Kepolisian yang berada dilokasi berhasil menghalau warga yang marah kepada pihak panitia.

Awalnya pemungutan suara, atau TPS yang digelar di depan rumah warga Dusun 1, sebelumnya situasi sempat tertib meski pemilih yang berjumlah 3480 orang sudah membludak sejak pagi.

Menjelang pencoblosan berakhir, suasana pencoblosan mulai memanas, pada saat warga mulai berdesakan. Situasi mulai tak terkendali pada saat warga yang tercatat dalam daftar pemilih tetap atau DPT menuding panitia pemilihan tidak professional.

Ini terindikasi dari kurangnya persiapan panitia. Misalnya, terkait tidak adanya petugas untuk mengarahkan masyarakat ke bilik suara yang ingin memberikan hak suaranya. Selain itu, tidak beraturannya pintu masuk dan keluar di TPS juga membuat suasana menjadi amburadul.

Situasi semakin diperkeruh pada saat pendukung masing-masing calon terlibat pro kontra, dalam menyikapi ketidaksiapan panitia pemilihan kepala desa, atau PKD, alhasil, proses pencoblosan dihentikan.

Camat Tanjung Morawa, Edy Yusuf bersama Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Fredli Parlindungan beserta sejumlah personil Kepolisian pun turun ke lokasi.

Ketua P2KD, Amilan Sirait mengatakan, setelah dihentikan selama setengah jam, proses pencoblosan dilanjutkan kembali hingga selesai, setelah pihak Muspika menghimbau masyarakat untuk tertib. (I.G.S)