Tragis! Gagal Bertemu Putrinya, Pria Asal Siantar Ini Malah Tewas Ditabrak Kereta Api

Tragis! Gagal Bertemu Putrinya, Pria Asal Siantar Ini Malah Tewas Ditabrak Kereta Api

Foto: Saat Jenazah Poltak di Evakuasi

Sipayo.com – Poltak Sitorus 65 Tahun, seorang ayah yang gagal bertemu putrinya di Siantar Sumatera Utara, bernasip tragis, dia tewas mengenaskan di tabrak kereta api di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Senin (12/12/2017) sekitar pukul 04:00 WIB.

Informasi dihimpun, Senin (11/12) siang, Poltak Sitorus (65), warga Kota Medan itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan dan tubuhnya pun terpotong beberapa bagian di bantaran rel Kreta Api (KA) Jalan Ahmat Yani, Keluarahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur.

Dugaan sementara, pria yang berusia 65 tahun itu bunuh diri, dengan menabrakkan dirinya ke kereta api yang sedang melaju.

Dari keterangan saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP), sebelumnya korban dengan mengendarai becak motor miliknya itu berniat menemui salah seorang putrinya di Jalan KS Tubun, yang tidak jauh dari lokasi.

Namun, dia mendapat kabar, putrinya itu telah pindah rumah ke Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba. Kemudian, korban menuju pos penjagaan perlintasan kereta api.

“Dia dari stadion (Jalan KS Tubun). Terus istirahat di tempat yang jaga palang itu. Kalau pengakuannya mau ke rumah borunya (putri) di Jalan Medan,” kata warga.

Menurut warga, korban tiba-tiba melompat dari pinggir rel ke atas rel. Hanya beberapa detik sebelum kereta api lewat. Tubuhnya langsung terlindas.

Akibatnya, beberapa organ tubuh korban terpisah dan wajahnya hancur. Warga yang mengetahui itu langsung berkerumun dan menyaksikan tubuh korban yang tidak utuh lagi terkapar di rel kereta api.

Kepolisian yang mendapat informasi langsung menuju lokasi kejadian. Petugas yang diketahui dari Unit Laka Sat Lantas Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Timur melakukan evakuasi tubuh korban dengan menggunakan kantong jenazah.

Tubuh korban yang tidak utuh lagi, dikumpulkan langsung dibawa ke ruang instalasi jenazah RSUD dr Djasamen Saragih. Korban sempat menjadi Mr X karena dari badannya tidak ditemukan identitas.

Berselang beberapa jam kemudian, sepasang suami istri datang ke RSUD dr Djasamen Saragih. Mereka merupakan putri dan menantu dari korban.