Warga Medan Helvetia Minta Pemko Medan Perhatikan Drainase di Perbatasan

Warga Medan Helvetia Minta Pemko Medan Perhatikan Drainase di Perbatasan

Foto: Ilustrasi 

Sipayo.com – Warga di Kecamatan Medan Helvetia, meminta Pemerintah Kota Medan memperhatikan saluran drainase di wilayah mereka. Warga mengaku, drainase di wilayah ini kerap luput dari pengamatan Pemko Medan, mungkin karena posisinya yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Deliserdang.

Salah seorang warga Tanjung Gusta Medan, Suryadi Mengaku, drainase didaerahnya kerap meluat ketika hujan turun. “Paritnya gak normal, asal hujan turun pasti banjir,” jelas Suryadi dalam reses III Tahun 2017, Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, H.Rajudin Sagala, S.Pd.I yang digelar di kawasan Jalan Cempaka Ujung, Gg Kemangi Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (10/12/2017).

Warga berharap. drainase yang berada di wilayah mereka, yang lansung terhubung ke Deliserdang tersebut, Pemerintah Kota Medan segera membenahi, karena warga kerap kesulitan jika hujan deras turun. “Harapan kita secepatnya bisa diperbaiki,” harapnya.

Harapan serupa disampaikan, Mukhlis warga Gg Kemangi, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Helvetia yang meminta kepada Pemko Medan agar membuatkan saluran parit di Gg Kemangi. “Sudah lama Gg Kemangi ini tidak ada paritnya, saya meminta kepada Pemko Medan melalui Ustadz Rajudin agar bisa diupayakan pembuatan parit,” jelasnya.

Mukhlis mengakui, warga juga kerap merasa terganggu jika hujan deras turun sementara di Gg Kemangi air tergenang. “Warga jadi was-was, mudah-mudahan jika sudah ada parit air tidak tergenang lagi,” ucapnya

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, H. Rajudin Sagala S.Pd.I mengharapkan agar warga segera mengajukan permohonan kepada Pemko Medan agar usulan warga itu bisa direspon segera. “Saran saya warga membuat dulu permohonan, kemudian nanti bisa kita sampaikan ke Pemko Medan,” ucapnya.

Rajudin juga mengingatkan kepada warga untuk benar-benar mengawasi pelaksanaan proyek nantinya, dan warga diharapkan menjaga kekompakan. “Kadang ada juga pengorekan parit di depan rumah warga kadang ada warga tidak setuju, padahal untuk kebaikan. Harapan saya, warga kompak semua dan benar benar mengawal pelaksanaan proyek nantinya,” jelasnya.