Inilah Reaksi Sandiaga Uno usai Dilaporkan 6 Kali dan Beri Keterangan 8 Kali soal Dugaan Penggelapan Lahan

Inilah Reaksi Sandiaga Uno usai Dilaporkan 6 Kali dan Beri Keterangan 8 Kali soal Dugaan Penggelapan Lahan

Foto: Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Sipayo.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan dia sudah berkali-kali dilaporkan pada kasus yang sama yaitu dugaan penggelapan lahan dan tindak pidana pencucian uang.

Sandiaga Uno juga mengingat pernah memberikan keterangan untuk kasus itu sejak sebelum dia menjadi Wakil Gubernur.

“Pada intinya kasus ini sama ternyata kalau kita lihat dan sudah dilaporkan 6 kali. Saya sudah memberikan keterangan sebelumnya pada waktu kampanye lebih dari 8 kali,” ucap tegas Sandiaga Uno di balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (17/1/2018).

Oleh karena itu, dia berjanji akan kooperatif dalam menjalankan proses hukumnya. Sandiaga Uno mengatakan selama menjadi pengusaha, dia berupaya mematuhi aturan yang ada. Dia bertekad tidak akan menutupi apapun.

“Selama menjalankan dunia usaha saya selalu patuh koridor hukum dengan tata kelola yang baik. Jadi Insya Allah, saya jalani saja prosesnya,” ucap Sandiaga Uno.

Sampai saat ini, Sandiaga Uno mengaku belum ada menerima surat pengadilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya. Tim dari Biro Hukum DKI Jakarta akan memeriksa kebenaran pemanggilan itu hari ini.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Sandiaga Uno pada Kamis (18/1/2018) mendatang.

Sandiaga Uno diperiksa saksi terlapor dalam kasus dugaan penggelapan lahan dan tindak pidana pencurian uang.

Berdasarkan adanya surat pemanggilan yang beredar, pentidik telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Rekan bisnis Sandiaga Uno dalam kasus yang sama, yakni Andreas Tjahjadi, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Berdasarkan surat panggilan, Sandiaga Uno meminta agar disebut pernah mangkir dari panggilan polisi pada 11 oktober 2017 lalu.

Saat itu kuasa hukum Sandiaga Uno meminta agar pemeriksaan ditunda setelah kliennya dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.