Astaga! Mantan Pemain PSMS dan Timnas Indonesia Ditangkap Polisi dalam Dugaan Pemerkosaan

Astaga! Mantan Pemain PSMS dan Timnas Indonesia Ditangkap Polisi dalam Dugaan Pemerkosaan

Foto: Ilustrasi

Sipayo.com – Mantan penyerang tim nasional sepakbola Indonesia (PSSI) berinisial AYL (31), ditangkap polisi karena diduga telah melakukan perampokan, penganiayaan dan pencabulan terhadap seorang gadis kenalannya berinisial ABS (26).

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Medan AKBP Putu Yuda Prawira mengatakan, striker yang memperkuat Timnas pada SEA Games Laos 2009 itu ditangkap di lapangan BSD Pantai Rambung, Mariendal, Deliserdang, Sumatera Utara, pada Jumat 23 Maret 2018 kemarin. Saat itu ia tengah melatih anak didiknya bermain sepakbola.

“AYL kita amankan setelah menyelidiki laporan ABS, seorang wanita berusia 26 tahun, warga Sidikalang, Dairi, yang kini berdomilisi di Medan,” kata Putu Yuda, Senin (26/3/2018).

Sebelumnya ABS ditemukan warga saat tidak sadarkan diri di kawasan Jalan Seksama, Medan pada Sabtu, (17/3/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Warga kemudian membawa ABS ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim.

“Setelah mendapat perawatan medis, perempuan itu mengaku dirampok, dianiaya. Bahkan ia juga mengaku nyaris diperkosa oleh seorang pria yang baru dikenalnya,” ucapnya.

Polisi yang mendapat laporan ABS langsung melakukan penyelidikan. Salah satunya melakukan pengecekan CCTV di lokasi kejadian.

Tidak hanya itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, ada yang sempat melihat sebuah mobil Toyota Avanza sedang membuang korban (ABS).

“Seorang saksi mengatakan, korban dibuang keluar mobil dalam keadaan pingsan,” terang Putu Yuda Prawira.

Selanjutnya pada Senin, (19/3/2018) pihak kepolisian mendapat petunjuk bahwa pelaku adalah AYL, warga Jalan Sisingamangaraja, Harjosari II, Medan. Petunjuk berdasarkan bukti chat atau percakapan antara korban dengan AYL.

“Kemudian kita cek ke lapangan BSD, dan melihat pelaku sedang melatih sepak bola. Saat itu juga kita amankan,” ujarnya.

Setelah mengamankan AYL, petugas melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya. Di kediaman AYL, petugas menemukan mobil yang digunakannya saat kejadian.

Di dalam mobil ditemukan sepasang sepatu milik korban dan dua pakaian wanita.

“Saat diinterogasi, pelaku tidak mengakui tuduhan korban. AYL hanya mengaku telah mengancam korban akan membawanya ke kantor polisi apabila tak mau bersetubuh dengannya,” ujar Putu Yuda.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pihak Polrestabes Medan, AYL bukan kali ini saja berurusan dengan hukum. Medio 2013 hingga 2014, AYL pernah ditangkap Polda Sumut dalam kasus kepemilikan 3 butir pil ekstasi. Di pengadilan AYL dijatuhi hukuman 9 bulan penjara.

Selanjutnya pada 2016, AYL pernah terlibat kasus pencabulan. Namun korban tak membuat laporan ke polisi.

Pada 2017, AYL juga terlibat kasus pencurian dan diamankan oleh pihak Polsek Medan Baru, namun tak mendekam di penjara karena tersangka berdamai dengan korban.

Melihat catatan tersebut, menurut Putu Yuda, tidak menutup kemungkinan akan ditemukan korban lain. Oleh sebab itu, ia menghimbau agar pihak yang pernah dijahati oleh mantan pemain Timnas Indonesia yaitu AYL, segera melapor pada kepolisian.