Ini 7 Fakta Mengejutkan Terkait King Kobra Raksasa yang Langka di Kalimantan

Ini 7 Fakta Mengejutkan Terkait King Kobra Raksasa yang Langka di Kalimantan

Foto: Ular King Kobra di Kalimantan Timur

Sipayo.com – Ular jenis king kobra berukuran raksasa yang berasal dari Kalimantan Timur, sungguh membuat heboh di media sosial.

Banyak yang bertanya-tanya apakah king cobra yang diposting oleh akun Made Dwi Sudarmawan itu asli atau tidak. Ada yang meragukan soal ukuran ular. Ada juga yang membelanya karena ukuran ular seperti itu biasa ditemukan di Kalimantan.

Lalu pertanyaan muncul kembali. Mengapa pria yang ada di foto tersebut tidak takut sama sekali memegang ular? Apakah bisanya telah dihilangkan? Atau taringnya juga dipatahkan?

Postingan yang telah dibagikan hingga 24.000 kali itu masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. detikcom juga berusaha untuk menghubungi pemilik ular namun belum berbalas hingga saat ini.

Saat foto-foto tersebut ditunjukkan kepada Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI, Amir Hamidy. Dia menjelaskan ular king cobra itu asli.

“Saya pikir itu betulan, ya. Ular itu adalah king cobra atau kita kenal dengan nama Latin Ophiophagus hannah, merupakan jenis ular terpanjang di dunia. Jenis ini panjangnya bisa mencapai 5-6 meter,” kata Amir.

Berikut fakta mengagetkan tentang king cobra yang berasal dari Kalimantan:

1. Terpanjang di Dunia

Ular king cobra atau yang memiliki nama Latin Ophiophagus hannah adalah yang terpanjang di dunia. Ukuran panjangnya bisa mencapai 6 meter.

“Ular itu adalah king cobra atau kita kenal dengan nama Latin Ophiophagus hannah, merupakan jenis ular terpanjang di dunia. Jenis ini panjangnya bisa mencapai 5-6 meter,” kata Amir.

2. Ular adalah Peliharaan

King cobra ‘raksasa’ yang berasal dari Kalimantan disebut Yayasan Sioux Ular Indonesia

“Itu peliharaan. Kalau sudah sebesar dan jinak itu pasti dia peliharaan,” ujar Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rahmat, Kamis (22/3/2018).

Aji mengatakan, dari foto-foto yang beredar, ular tersebut memang sudah pernah dilatih agar jinak saat dipegang. Beda halnya kalau king cobra itu baru saja ditemukan.

3. Ular Berbisa Terpanjang di Dunia

King cobra merupakan ular dengan julukan ular berbisa terpanjang di dunia. Ular ini memiliki racun yang dapat menyebar dengan cepat dan mematikan organ.

4. King Cobra ‘Raksasa’ Alami Obesitas

Soal obesitas pada ular itu dijelaskan oleh Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rahmat. Menurutnya, ular juga memiliki klasifikasi berat badan seperti manusia.

“Dia memang badannya gede. Kayak manusia, badannya gede. Hewan ada karakter kerdil, gendut. Nah ini karakternya giant,” kata Aji, Kamis (22/3/2018).

“(Ular king cobra) ini termasuk yang obesitas. Ukurannya nggak terlalu panjang, tapi gemuk,” lanjutnya.

5. Makan Piton

Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rahmat mengatakan, dengan ukuran besar, seekor king cobra mampu melawan piton dan memangsanya. Dia mengambil contoh dari foto pertarungan sengit antara king cobra vs piton yang sempat viral.

“Kalau sudah sebesar itu, makannya ular piton. Kalau pernah lihat foto viral king cobra sama piton gigit-gigitan, sebenarnya king cobra makan piton. King cobra memang kanibal dan pemakan ular,” ujar Aji, Kamis (22/3/2018).

6. Taring King Cobra Dipatahkan Agar Tak Berbisa

Tak sedikit juga dari netizen yang menyebut taring ular dipatahkan agar tidak mengeluarkan bisa. Betulkah demikian?

Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rahmat sudah melihat foto king cobra dari Kalimantan yang jadi viral itu. Dia mengatakan taring ular tersebut tidak dipatahkan oleh pemiliknya.

“Itu taringnya masih utuh. Nggak dibuang. Sama seperti manusia, jika gigi dicabut, kalau taring (ular) dipatahin dia nggak bisa makan,” ujar Aji, Kamis (22/3/2018).

7. Ular Tercerdas

King cobra masuk ke dalam kategori ular tercerdas. Mereka bisa mengontrol kapan menggigit dan melumpuhkan mangsa dengan bisa.

“Perlu diingat bahwa king cobra hewan yang paling cerdas di dunia. Dia bisa mengontrol kapan ketika menggigit, kapan dia mengeluarkan bisanya dan kapan tidak,” Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI, Amir Hamidy.