Ini Klarifikasi Mabes Polri Terkait Helikopter Polisi yang Dipakai Praweding di Pematangsiantar

Ini Klarifikasi Mabes Polri Terkait Helikopter Polisi yang Dipakai Praweding di Pematangsiantar

Foto: Pengantin Tampak Berfose Dengan Laterbelakang Helikopter Polda Sumut

Sipayo.com – Mabes Polri membantah penggunaan kendaraan Helikopter milik Polda Sumut untuk keperluan pernikahan. Polri mengatakan, apa yang terjadi hanya sesi pemotretan prewedding.

Hal tersebut dikatakan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. Menurut Setyo, apa yang terjadi bukan seperti yang ramai diperbincangkan, dimana sang pengantin turun dari heli.

“Sudah diklarifikasi oleh Kabid Humas (Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Ginting-red), bahwa waktu itu ada pengecekan radio. Kita kan helikopter Polri diperbantukan di Polda Sumut, kemudian dilaksanakanlah cek radio yang dia harus berada jarak minimal 25 km dari pangkalan radio itu, oleh sebab itu dia melakukan terbang ternyata radio itu mengalami gangguan,” kata Setyo.

Karena ada gangguan itu, kemudian heli turun di sebuah lapangan yang kebetulan ada pengantin sedang prewedding. Entah bagaimana, pasangan itu meminta izin ke pilot melibatkan heli dalam pengambilan gambarnya.

“Dia turun di salah satu tempat, nah memang kebetulan di situ lagi ada orang pre-wed, di foto-foto prewed, kemudian dia datang ke pilotnya. ‘Pak boleh nggak kalau saya foto di latar belakangnya helikopter’, ya karena pilotnya mungkin merasa ini orang pre-wed pengen ada helikopter di situ, diizinkan. Tapi kemudian kan dipelintir bahwa dia turun dari helikopter. Mana ada turun dari helikopter,” tegas Setyo.

Setyo lalu membeberkan, untuk naik helikopter Polri itu harus ada izin.

“Kalau rekan-rekan wartawan pun kalau naik itu harus ada approval dari Kadiv Humas. Kadiv Humas yang memberikan izin untuk naik di helikopter itu, atau paling tidak Kabid Humas kalau di Polda. Jadi tidak sembarangan orang ‘Pak saya numpang’ wah itu nggak BOLEH dan ada hitungannya,” tutup dia.