Ini Tanggapan Ombudsman Terkait Guru yang Hukum Siswa Jilati WC Sekolah di Serdang Bedagai

Ini Tanggapan Ombudsman Terkait Guru yang Hukum Siswa Jilati WC Sekolah di Serdang Bedagai

Foto: SD Kecamatan Sei Rampah

Sipayo.com – Ketua Lembaga negara pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, angkat bicara terkait kasus oknum guru bernama R Marpaung di Sei Rampah yang menghukum muridnya dengan menjilat WC.

“Bila benar peristiwa itu terjadi, saya kira itu perbuatan guru yang sangat tidak berperikemanusiaan. Apalagi bila sebelumnya sudah pernah membuat perjanjian tidak melakukan pemukulan seperti yang kawan-kawan sampaikan. Itu guru barbar namanya,”kata Abyadi, Kamis (15/3/2018).

Ombudsman kata Abyadi, mendorong agar Dinas Pendidikan Sergai memberikan sanksi tegas kepada oknum guru tersebut, jika peristiwa itu benar-benar terjadi.

“Saya kira oknum seperti itu harus dipindahkan jadi staf saja. Jangan pernah dijadikan guru lagi. Berbahaya kalau dia jadi guru tapi perilakunya begitu,” tandasnya.

Sementara terkait banyak pendapat yang meminta agar kasus itu dibawa ke ranah pidana, Abyadi menyerahkan langkah itu kepada keluarga siswa yang menjadi korban. “Kalau itu kita serahkan kepada orangtuanya. Kalau memang mereka tidak bisa menerima perbuatan si guru dan mau membawa persoalan ini ke ranah hukum, itu hak mereka,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa kelas IV di SD Negeri 104302 Desa Cempedak Lobang, Sei Rampah, Sergai, berinisial MBP dihukum gurunya menjilati WC sekolah sebanyak 12 kali. Hukuman itu dijatuhkan oknum guru berinisial RM, karena MBP tidak memenuhi tugas membawa tanah humus (kompos) yang diperintahkan guru RM.

Peristiwa hukuman menjilati WC itu terjadi pada 9 Maret 2018 lalu. Atas kasus itu, Kepala Dinas Pendidikan Sergai, Joni Walker telah menjatuhkan sanksi kepada guru RM, berupa mutasi dan sanksi penundaan kenaikan pangkat dan jabatan.