Istri Sedang di Penjara, Ayah Bejat di Aceh Ini Justru Tega Perkosa Anak Kandung Sendiri

Istri Sedang di Penjara, Ayah Bejat di Aceh Ini Justru Tega Perkosa Anak Kandung Sendiri

Foto: Ilustrasi 

Sipayo.com – MZ (43) warga Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh terpaksa amankan kepolisian. Bagaimana tidak, pria ini tega mencabuli anak kandungnya sendiri tiga kali dalam seminggu. Sebut saja Bunga, 14 tahun.

Hubungan layaknya suami-istri itu terjadi sejak pertengahan tahun 2017 lalu. Sejak istri MZ ditangkap kepoisian karena kasus kepemilikan narkoba. Kasus ini terbongkar setelah siswi yang masih duduk di bangku SMP ini sudah tak tahan lalu melaporkan ke Ketua Pemuda setempat.

Namun, perbuatan itu baru terungkap dan pelaku diciduk polisi pada 10 Februari lalu, berdasarkan tindaklanjut kepala komplek perumahan mereka ke polisi.

Kapolsek Baiturrahman AKP Agus Salim mengatakan, kasus itu terungkap ketika sang anak tidak sanggup lagi menahan, dan bahkan merasa terancam dengan perbuatan tersangka. Tersangka mengancam korban jika memberitahukan perbuatannya ke orang lain. Biasanya, pelaku memaksa anaknya melakukan hubungan badan setiap pukul 01.00 WIB.

“Tersangka melakukan perbuatan bejatnya di rumah sendiri pada saat anak-anaknya tidur sekitar jam satu atau dua malam. Kasus ini terungkap karena korban sudah merasa terancam oleh sang ayah yang tidak mengizinkan untuk diberitahukan kepada siapapun,” kata Agus, saat konferensi pers di Poresta Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (8/3/2018).

Menurut pengakuan korban, kata Agus, tersangka melakukan perbuatan itu dalam sehari hingga tiga kali. Korban kerap merasa tertekan bahkan tidak berani melaporkan perlakuan sang Ayah kepada kakaknya.

“Korban memiliki tiga orang kakak tetapi ia tidak berani melaporkan itu karena diancam oleh sang ayah,” ujar Agus.

Diketahui, tersangka sehari-hari bekerja sebagai penjual minuman. Kasus ini terbongkar ketika korban perbuatan ayahnya kepada ketua komplek perumahan tempat mereka tinggal. Mendengar laporan itu, ketua komplek langsung membuat laporan ke polisi dan langsung meringkus tersangka.

“Karena hal ini tidak mn ungkikita lamakan karena si anak sudah merasa trauma. Makanya kita lakukan penangkapan segera hari itu. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15-20 tahun penjara,” pungkas Agus.